Berita

Politik

Salim Segaf: Halal Bihalal Momentum Rekatkan Bangsa

MINGGU, 16 JULI 2017 | 14:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri berpesan agenda Halal Bihalal Idul Fitri dijadikan momentum untuk merekatkan tali persaudaraan.

"Manusia paling bagus itu memaafkan sebelum orang lain meminta maaf," kata Salim Segaf di acara Halal Bihalal yang diadakan DPP PKS, di gedung PKS, Jakarta Selatan, Ahad (16/7).

Ia menilai Indonesia kaya akan istilah. Satu diantaranya adalah Halal Bihalal.


"Istilah ini hanya ada sini. Negeri ini kaya dengan istilah. Kaya pula dengan sumber daya. Yang kita harapkan negeri ini dimiliki anak negeri sendiri," kata Salim Segaf.

Tradisi Indonesia juga kaya seperti mudik. Pulang ke kampung halaman hendaknya dilakukan untuk merekatkan bangsa. Merekatkan tali persaudaraan menurutnya tidak mungkin selalu menyatukan satu pendapat selama di dunia ini.

"Meski beda pendapat masih tetap berjalan seperti dalam rumah tangga. Gempa itu hanya satu dua menit setelah itu kembali. Kita harus fokus mencari titik temu bukan mencari titik masalah," ujarnya.

Negeri ini, lanjut Salim Segaf akan dimiliki oleh orang-orang yang jujur. Mungkin tidak didapat menemukannya di partai politik tapi bisa ditemukan di masyarakat. Apapun agamanya apapun partainya.

"Dimana pun kita semua akan berperan merekatkan tali persaudaraan bangsa. Yang tahu harus menyadarkan karena ada yang tahu tapi tidak sadar," pungkasnya.

Dalam acara tersebut hadir Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta, Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama, Ketua Umum Baitul Muslimin PDIP Hamka Haq, Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi, Sekjen DPP Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noor.

Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Sandiaga Uno, Ketua GIN Neno Warisman, serta perwakilan partai politik, ormas dan tokoh masyarakat. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya