Berita

Politik

Partai Komunis Amerika

MINGGU, 16 JULI 2017 | 11:14 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AMARICA is a land of freedom. Tidak seperti negara paranoid, Amerika tidak pernah membubarkan ormas. Bahkan Partai Komunis dibiarkan hidup. Seleksi alam berlaku, Partai Komunis Amerika tidak laku.

Communist Party USA (CPUSA) berdiri tahun 1919. Markas besarnya di New York. Terlibat berbagai struggle seperti melawan rasisme era Jim Crow, menolak Perang Korea dan Vietnam, memperjuangkan hak-hak minoritas. Mereka gencar fight against all racist ideologies, all male supremacy, diskriminasi perempuan, homophobia, gay, lesbian, bisexual dan transgender. CPUSA paling anti imperialisme.

Sebulan setelah deklarasi, Partai Komunis USA memiliki 60 ribu anggota. Di awal tahun 1950-an, berkat organ-sayap "International Worker Order", Partai Stalinist Amerika ini berhasil merekrut 200 ribu orang anggota.


Memasuki tahun 1957, anggota partai merosot lagi. Jadi partai gurem dengan 10 ribu anggota. Sekitar 1500-nya adalah intel FBI. Pidato rahasia Nikita Krushchev (1956) yang menghujat Stalin dan Cold War mentality disebut-sebut sebagai penyebab the decline.

Kondisi Partai Komunis Amerika semakin berantakan karena menolak glasnost dan perestroika-nya Mikhail Gorbachev. Tahun 1989, the major funding Partai Komunis Uni Soviet berhenti memberikan subsidi. Sampai tahun 1987, CPUSA masi menerima dana 3 juta dollar dari Moskow.

Dalam kondisi morat-marit, CPUSA mengusir faksi Sosial Demokrat dari tubuh partai komunis. Di tahun 1991, Partai Komunis Amerika menyatakan kembali mengadopsi paham Marxis Leninism secara murni dan konsekuen. Semakin gila, di tahun 2014, mereka mendeklarasikan konstitusi baru.

Bunyinya: "We apply the scientific outlook develop by Marx, Engels, Lenin and others in the context of our American history, culture, and traditions".

Deklarasi ini mirip Mao Zedong thought: Communism with Chinese characteristic. Kalo di Indonesia menjadi "Marhaenisme".

Namun, Pemerintah Uncle Sam ngga pernah memberangus CPUSA. Sampai tahun 1984, Partai Komunis Amerika masih ikut mengendorse calon presiden bernama Gus Hall. Sayangnya cuma menyabet 0.04 persen suara. Ironis sekali.

Dalam sejarahnya, CPUSA diketahui sebagai proxi Soviet Union. Ada satu agent bernama Josef Peters. Dia aktif sebagai komandan underground secret apparatus CPUSA tahun 1932-1938. Peters menjadi pioneer Soviet intelligence activities di Amerika.

Bukan Partai Komunis namanya bila ngga mau kudeta. Di tahun 1949, Pengadilan Federal Amerika memberi vonis bersalah kepada sepuluh orang pimpinan teras CPUSA. Pasalnya makar. Setelah itu, Pemerintah Amerika mempersekusi 100 anggota "second string" CPUSA.

Mungkin, bila CPUSA merilis kudeta berdarah, misalnya membunuhi 7 jenderal, maka ceritanya bakal lain.

Tapi karena tidak begitu, maka Partai Komunis Amerika dibiarkan. Pemerintah Amerika tidak mengeluarkan semacam perppu membubarkan CPUSA dengan alasan Darurat Perang (SOB). Demikianlah negeri demokrasi, yang sempat dirusak oleh Hillary supporters. [***]

Penulis adalah kolumnis dan aktvis Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (Komtak)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya