Berita

KPK/Net

Politik

Pansus KPK Muncul Karena DPR Terancam Kasus E-KTP

SABTU, 15 JULI 2017 | 00:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberadaan Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa dilepaskan dari dugaan upaya melemahkan lembaga tersebut.

Begitu kata peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia ( Formappi) Lucius Karus menilai dalam sebuah diskusi bertajuk 'Darurat Korupsi: Dukung KPK, Lawan Hak Angket' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (14/7).

Kata dia, pembentukan Pansus KPK merupakan upaya perlawanan sebagian anggota parlemen yang posisinya sedang terancam dengan pengungkapan kasus e-KTP. Ini lantaran Pansus KPK dibentuk setelah Komisi III mendesak KPK membuka rekaman pemeriksaan Miryam S. Haryani terkait kasus e-KTP. Apalagi ada 20 anggota DPR yang ikut disebut dalam kasus ini.


"Mereka merasa terancam, makanya mereka melawan dengan hak angket. Karena sara itu yang paling memungkinkan," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Menurutnya, kelahiran pansus sangat terkait dengan kasus proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

"Pansus lahir saat seseorang jadi saksi kasus e-KTP cabut BAP karena dituduh ada menekan dan segala macam. Dan dengan segala hormat, pimpinan angket ini diduga terlibat e-KTP," jelasnya.

Doli mengatakan, jika memang pansus berniat memperkuat KPK, maka hal itu seharusnya sudah dilakukan DPR sejak jauh hari. Bukan saat pimpinan DPR terlibat dalam sebuah dugaan kasus korupsi.

"Momentumnya kalau memperkuat KPK, kenapa nggak dari dulu? Misal pas cicak vs buaya? Kenapa justru dilakukan saat ketua DPR terlibat kasus e-KTP?" tanyanya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya