Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

Rocky Gerung: Kalah Akal, Main Perppu, Demokrasi Tidak Boleh Gitu

JUMAT, 14 JULI 2017 | 21:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Intelektual publik Rocky Gerung mengkritik kehadiran Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) 2/2017 yang memungkinkan pemerintah membubarkan organisasi masyarakat yang dinilai membahayakan negara tanpa melalui proses peradilan.

Menurut dosen filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) itu, kehadiran Perppu memperlihatkan pemerintah kalah kehilangan akal.

“Kalah akal, main Perppu. Demokrasi gak boleh gitu,” ujar Rocky Gerung lewat akun Twitter @rockygerung beberapa saat lalu (Jumat, 14/7).


Pada bagian lain, dia juga mengatakan bahwa Perppu 2/2017 tidak sekedar ingin membunuh demokrasi, tetapi sudah membunuh demokrasi.

Dia mengingatkan, esensi dari Perppu 2/2017 adalah anti demokrasi.

“Berarti pembuat Perppu itu juga harus dipenjarakan. Ayo, luruskan akalmu, supaya tak terjebak paradox,” sambungnya.

Melihat perkembangan yang terjadi belakangan ini, Rocky Gerung memperkenalkan terminologi baru, yakni radikalisme presiden.

“Dalam ilmu ketatanegaraan abad 21, Perppu dan threshold itu adalah suatu bentuk “radikalisme presiden”,” ujarnya.

Threshold yang dimaksudnya dalam pernyataan di atas merujuk pada keinginan kuat kelompok penguasa untuk mempertahankan ambang batas pemilihan presiden antara 20 hingga 25 persen. Manuver ini diduga kuat untuk menghalangi kandidat-kandidat lain yang lebih bermutu ikut dalam Pilpres 2019. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya