Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Digugat, Prestasi Gatot Nurmantyo Pimpin TNI

JUMAT, 14 JULI 2017 | 14:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Direktur Eksekutif Riset Indonesia Toto Sugiarto menilai TNI di bawah kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak menghasilkan prestasi luar biasa.

"Secara umum kepemimpinan Gatot di TNI biasa-biasa saja, tidak ada prestasi yang mengagumkan," kata Toto di Jakarta, Jumat (11/7).

Alhasil, lantaran telah mendekati massa pensiun, regenerasi perlu segera dilakukan demi kepentingan matra TNI. Apalagi belakangan Panglima diduga terambisi dalam aktivitas politik untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden 2019.


Padahal sesuai fungsi dan kewenangan, Toto mengingatkan, Panglima merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara.

Namun, upaya Gatot untuk ikut serta dalam kontestasi Pilpres 2019 bakal terganjal efek tidak adanya prestasi.

"Ia (Gatot Nurmantyo) tampak kurang layak jika ingin jadi presiden," tutur Toto mengungkapkan.

Hasrat politik Gatot untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2019, menurut Toto, membuat TNI menjadi tidak netral.

Padahal, Toto mengingatkan, TNI tidak bisa terlibat atau berpartisipasi dalam politik praktis. "TNI harus netral, individu harus tidak lagi di TNI saat nyapres," kata Toto menjelaskan.

Terkait aroma politik Panglima yang ditengarai berniat menjadi calon presiden, membuat anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon pernah mengkritik langsung Gatot saat rapat kerja Komisi I dengan TNI dan Kementerian Pertahanan.

Effendi mengingatkan bahwa TNI merupakan milik rakyat, termasuk harus netral dalam aktivitas politik. "TNI itu punya rakyat. Jadi tidak boleh berpihak pada satu golongan, apalagi berpolitik," imbaunya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya