Berita

Bahtiar Effendy/Net

Politik

Bahtiar Effendy: Mari Rawat Identitas Kebangsaan Kita

JUMAT, 14 JULI 2017 | 11:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Identitas kebangsaan adalah Pancasila. Maka tidak boleh ada UU, peraturan, kebijakan, dan tingkah laku yang bertentangan dengan Pancasila.

"Tidak boleh ada yang bertentangan dengan ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab sampai pada prinsip keadilan sosial," kata gurubesar ilmu politik UIN Jakarta Prof. Bahtiar Effendy kepada redaksi, Jumat (14/7).

Jelas Bahtiar, adapun yang bertentangan dengan Pancasila akan mengganggu dan merusak identitas kebangsaan.


"Karena itu hal-hal yang bisa merusak NKRI jangan diredusir pada agama. NKRI itu negara kesatuan, lawan dari negara kesatuan itu adalah negara federal," ujarnya.

Dalam kaitannya dengan integrasi nasional, lanjut Bahtiar, ancamannya terletak pada kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berlawanan dengan sila-sila Pancasila.

"Jadi tidak cukup hanya menguji UU atau peraturan yang bertentangan dengan UU 1945, tapi peraturan, tingkah laku dan kebijakan juga harus dicocokkan dengan Pancasila," ungkapnya.

Ditambahkannya, bisa saja ada UU dan kebijakan yang mungkin tidak bertentangan dengan UU 1945, tapi belum tentu hal tersebut tidak bertentangan dengan Pancasila. Seperti praktik ekonomi yang cenderung liberal yang menyalahi sila kelima Pancasila.

"Ini kalau kita mau sungguh-sungguh merawat identitas kebangsaan kita. Ndak cukup hanya dengan teriak-teriak 'ini anti NKRI, anti Pancasila', atau 'saya Pancasila'. Bahkan kalau tidak hati-hati hal-hal tersebut bisa kontraproduktif karena memposisikan 'yang bukan saya' sebagai bukan Pancasila," tutup Bahtiar. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya