Berita

Foto/Net

Nusantara

Gempa Padang Sidempuan Terasa Hingga Ke Riau, Tidak Berpotensi Tsunami

JUMAT, 14 JULI 2017 | 09:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Provinsi Sumatera Utara diguncang gempa bumi dengan kekuatan 5,5 skala richter (SR) berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer (Km), Jumat (14/7) pukul 08.25 WIB.

Pusat gempa berada di 9 Km Barat Daya Kota Padang Sidempuan atau 25 Km Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Gempa tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho seperti dalam laporan BMKG.


United States Geological Survey (USGS)- Badan Geologi USA melaporkan gempa berkekuatan 5 SR dengan pusat di darat. Sumber gempa diperkirakan berasal dari sesar.

Jelas Sutopo, posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD dan beberapa instansi terkait di daerah. Yaitu:

Pertama, di Kota Padang Sidempuan dilaporkan gempa dirasakan kuat selama 20 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Atap rumah bergetar cukup keras. Perabotan rumah berbunyi dan bergoyang. Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa.
Kedua, di Kabupaten Padang Lawas gempa dirasakan sedang selama 20 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah.
Ketiga, di Kabupaten Padang Lawas Utara gempa dirasakan kuat selama 20 detik. Rumah terasa bergoyang dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.
Keempat, Kabupaten Tananuli Selatan gempa dirasakan kuat selama 15-20 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah.
Kelima, di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau gempa dirasakan sedang selama 10 detik.
Keenam, di Kota Medan, gempa tidak dirasakan.

"Berdasarkan peta gempa dirasakan, intensitas gempa di pusat gempa sekitar V-VI MMI (sedang hingga kuat) dengan sebaran tidak luas. Di Bandara Aek Godang, Padang Lawas Utara IV MMI alias ringan," ujra Sutopo.

Adapun posko BNPB masih terus memantau dampak gempa. Petugas BPBD dan aparat setempat masih melakukan pemantauan dampak gempa di lapangan.

"Perkembangan dampak gempa akan disampaikan lebih lanjut," pungkas Sutopo. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya