Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Keluhkan Koordinasi Antar Kementerian Masih Letoy

Dukung Reshuffle Kabinet
JUMAT, 14 JULI 2017 | 08:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Isu reshuffle (perombakan) menteri kembali mencuat. Pelaku usaha mengeluhkan koordinasi antar kementerian masih lemah. Akibatnya, banyak peraturan yang tumpang tindih sehingga merugikan pengusaha.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mendukung perombakan kabi­net. Pasalnya, saat ini ego sek­toral antar kementerian masih sangat terlihat. Selain itu, koor­dinasi antar menteri juga masih letoy.

"Masih banyak aturan yang tumpang tindih antar kemente­rian. Akibatnya pengusaha yang dirugikan," ujarnya di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, koordinasi antar menteri kudu diperbaiki lagi. Tujuan supaya semua program ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah bisa berjalan dan tercapai.

Dia mengatakan, masih ban­yak pekerjaan rumah di bidang perdagangan yang harus diper­baiki oleh pemerintah. Salah satunya adalah peningkatan pasar ekspor. "Semuanya bisa diperbaiki jika ada sinkronisasi antar kementerian," tukasnya.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Umum Gabungan Pen­gusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman. Menurut dia, yang perlu diperbaiki saat ini adalah meningkatkan koordinasi antar menteri. "Apalagi, kondisi ekonomi se­dang melambat," ujarnya.

Menurut dia, para pelaku usaha mengeluhkan banyaknya aturan dan regulasi yang tumpang tindih antar kementerian. Akibatnya, pengusaha yang dirugikan.

Terkait dengan isu peromba­kan kabinet, kata Adhi, tidak terlalu berpengaruh terhadap pengusaha. Menurutnya, pengu­saha sudah sering dihadapi pada isu perombakan kabinet. "Yang kita tekankan cuma perbaikan koordinasi saja," tukasnya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulis­tio mengatakan, maraknya isu reshuffle saat ini tidak akan mengganggu aktivitas pasar modal di Indonesia. Menurut­nya, pelaku pasar sudah lebih bijak dalam melihat potensi pasar di Indonesia dan kondisi perekonomian Tanah Air yang semakin membaik.

Aktivitas politis tak berpen­garuh besar. Di mana ditunjuk­kan dengan emiten di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya. "Tidak ada pengaruhnya, setiap tahun ada (Initial Public Of­fering/IPO). Mereka melihat potensi Indonesia," kata Tito.

Dia menambahkan, BEI tidak berhubungan langsung dengan pemerintah. Sehingga, pergantian menteri tidak akan memberikan dampak yang besar untuk pasar modal. Meski demikian, pihaknya tetap akan mengikuti strategi sosial­isasi rencana kerja pemerintah.

"Soal reshuffle, pada dasarnya bursa reportnya ke OJK. Dan OJK yang akan kerja sama den­gan para menteri itu. Buat kami sih mestinya siapa pun (menter­inya) bisa jalan," imbuhnya.

Sebelumnya, dikabarkan Presi­den Jokowi akan melakukan per­ombakan menteri pada minggu ini. Beberapa menteri ekonomi disebutkan akan diganti.

Namun, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum mendapat informasi terkait wa­cana tersebut.

"Saya belum dapat informasi dari Presiden soal reshuffle kabi­net," ujar Johan

Kendati begitu, kata Johan, Presiden Jokowi serta Wakil Presiden Jusuf Kalla terus men­gevaluasi kinerja para pemban­tunya. "Berkali-kali kan beliau sampaikan bahwa evaluasi para pembantunya itu dilakukan tidak pada satu termin waktu tertentu. Terus menerus, perform atau tidak," ujar Johan.

Karena itu, kata Johan, hanya Presiden dan Wakil Presiden yang mengetahuinya kapan reshuffle. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya