Berita

Basuki Hadimuljono/Net

Wawancara

WAWANCARA

Basuki Hadimuljono: Ibu Kota Pindah Ke Palangkaraya Masih Belum Final, Masih Ada Dua Opsi Lain

KAMIS, 13 JULI 2017 | 10:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah terus mematangkan rencana pemindahan ibu kota. Selain Palangkaraya, Kalimantan Tengah muncul dua kandidat baru daerah yang juga dilirik dalam pembahasan pemindahan ibu kota yakni; Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Berikut penu­turan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang masuk dalam tim pembahasan peminda­han ibu kota;

Sejauh ini apa saja yang sudah dibahas dalam rapat-rapat pemindahan ibu kota?
Kami membahas perencanaan tata kota di calon ibu kota yang baru (urban planning). Saat ini kami lagi studi literaturnya. Kami lagi pelajari negara-negara yang sudah penah memindahkan ibu kotanya. Kami studi literatur Washington DC, Astana, kayak apa Canberra, kayak apa Brasilia.

Apakah sudah mulai meren­canakan desainnya?

Apakah sudah mulai meren­canakan desainnya?
Urban planning-nya be­lum sampai ke desain. Kami menunggu keputusan final dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), sebe­lum melakukan tahap selanjut­nya. Kalau jadi pindah. Baru kita detail desainkan urban planning-nya.

Targetnya kan 2018 proses pembahasan pemindahan ibu kotanya kan baru selesai. Apakah masih cukup wak­tunya bagi Presiden Jokowi untuk merealisasikan itu se­mua sementara 2019 sudah pilpres lagi?
Kalau memang sudah diputus­kan yes pindah, ya bisa langsung mulai lebih maju lagi. Kami akan detail desainkan. Ini kan bisa sambil menunggu hasil ka­jian. Jadi bisa bersamaan.

Jika pemindahan ibu kota benar-benar direalisasikan, kantor-kantor kementerian dan lembaga kan harus dire­lokasi ke sana. Bagaimana nasib PNS yang selama ini berkantor di Jakarta?
Soal itu masih kami kaji lagi. Dalam kajian yang sudah dilaku­kan, Bappenas sudah membuat daftar, lembaga dan kementerian apa saja yang dipindahkan dan kedutaan apa saja yang akan pin­dah. Baru di-list, tetapi kan belum diputuskan, baru kayak laporan-laporan pendahuluan saja. Yang pasti tidak semuanya dipindah.

Instansi apa saja yang masuk daftar untuk dipindahkan?
Saya belum bisa ungkapkan. Semua kementerian sudah di-list, tapi kalau misalnya Jakarta menjadi kota perdagangan, apakah BI (Bank Indonesia) harus pindah? Apakah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) harus pindah? Jadi itu belum diputuskan, tapi masih terus dikaji.

Sementara ini berapa perkiraan anggaran yang diper­lukan untuk merealisasikan pemindahan ibu kota?
Itu masih dihitung. Masih terlalu dinilah kalau semua dis­ampaikan.

Untuk wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru ba­gaimana?

Saat ini sudah tiga lokasi yang mengerucut untuk diputuskan. Semua kandidat daerah calon pusat negara semuanya berada di Pulau Kalimantan, seperti yang saya bilang kemarin ada Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Itu opsinya.

Lho Palangkaraya berarti bukan satu-satunya kandidat daerah yang bakal dijadikan ibu kota dong?
Soal Kota Palangkaraya yang digadang-gadang dari tiga loka­si, keputusannya belum final dan masih dalam tahapan pem­bahasan lebih jauh. Tapi perlu dijelaskan di sini, wilayah yang ramai dibicarakan itu sebetulnya bukan di pusat kota Palangkaraya lho ya. Lokasinya ada di dekat­nya, tapi bukan di pusatnya.

Munculnya wacana peminda­han ibu kota di Palangkaraya telah membuat harga tanah di sana menjadi mahal dan ban­yak makelar tanah gentayangan di sana. Tanggapan Anda?
Untuk menghindari mafia tanah, pemerintah berencana memanfaatkan tanah negara di lokasi yang dipeta­kan. Pemerintah pusat mela­lui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPNtelah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai penyediaan tanah.

Sekarang tanahnya masih ka­wasan hutan. Kami kan pengen konsep garden city atau forestry city, makanya nanti akan dide­sain dengan baik. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya