Selama ini Rini Soemarno dikesankan sebagai salah satu wanita baja yang mendampingi Presiden Joko Widodo. Namun menurut kabar yang belakangan berkembang, nama Rini Soemarno masuk dalam daftar menteri-menteri yang kemungkinan dicopot.
Belum diketahui pasti siapa yang akan menggantikan Rini menduduki kursi Menteri Negara BUMN. Sempat ramai jadi pembicaraan di kalangan politisi dan pemerhati politik, bahwa Ignasius Jonan lah yang akan dipasang menggantikan Rini dengan pertimbangan Jonan memiliki pengalaman bagus ketika membenahi PT Kereta Api.
Namun kabar itu tak bertahan lama. Disebutkan bahwa RI-1 masih sangat membutuhkan kerja keras Jonan mengawal Kementerian ESDM, dan karenanya belum berkenan memindahkan Jonan ke pos lain.
Rini sudah berada di samping Jokowi sejak awal kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu. Dialah yang dipercaya menjadi kordinator Rumah Transisi, kelompok yang mempersiapkan susunan pemerintahan Jokowi-JK masa itu.
Rini sekaligus menjadi palang pintu yang menentukan siapa yang bisa masuk dan merapat ke Jokowi, dan siapa yang tidak bisa dan harus menunggu di luar pagar.
Karena sikap kerasnya itu, Rini sempat digeruduk oleh kelompok relawan Jokowi yang merasa tidak puas dan khawatir ditinggalkan.
Di sisi lain, Rini juga dengan berani memutuskan sepihak persahabatannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ramai dibicarakan, sikap Rini ini membuat kalangan PDIP marah besar dan sejak dua tahun lalu mendesak agar Jokowi menggusur Rini dari Kabinet.
Rini juga disebut-sebut sebagai arsitek kerjasama pemerintahan Jokowi dengan pihak-pihak di Republik Rakyat China (RRC). Di kelompok tertentu dia dianggap sebagai pemimpin “mahzab Tiongkokiahâ€, yang mendekatkan program pembangunan Indonesia dengan ambisi besar RRC membangun Jalan Sutra Baru yang disebut dengan nama One Belt One Road (OBOR).
Posisi nyaman Rini mulai agak terganggu setelah Jokowi memasukkan Sri Mulyani di jajaran Kabinet Kerja. Banyak yang kaget, tetapi penjelasan yang diperoleh dari kelompok tertentu mengatakan, mengundang Sri Mulyani adalah upaya kekuatan ekonomi lain mengimbangi pengaruh “mahzab Tiongkokiahâ€. Maka, dalam hal ini pun Sri Mulyani disebut sebagai pemimpin “mahzab Amerikiyahâ€.
Nah, bagaimana cerita sehingga Rini bisa masuk dalam daftar menteri yang mungkin dicopot.
Informasi yang berkembang mengatakan, lawan-lawan Rini Soemarno di pusat kekuasaan mulai mengangkat sejumlah kasus yang melilit Rini. Misalnya, kasus perpanjangan kontrak pengelolaan terminal peti kemas Jakarta. Dan masih ada kasus-kasus lain yang tengah disiapkan demi menggusur Rini.
Rini sendiri disebutkan sudah menyadari bahwa kaki-kaki kursinya sedang digergaji. Dia masih punya waktu untuk mempertahankan posisi kunci di samping Jokowi.
[dem]