Berita

Tito Karnavian/Net

Politik

Tito Karnavian Idealnya Pensiun Setelah 2019

RABU, 12 JULI 2017 | 12:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tidak tepat Kapolri Jenderal Tito Karnavian pensiun di tengah jalan alias pensiun dini. Tugas Tito masih panjang dan banyak pekerjaan yang belum selesai.

Direktur Eksekutif Pusat Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi), Edi Hasibuan mengatakan Tito harus terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang semakin baik.

Apalagi Presiden Joko Widodo telah memberikan apresiasi terhadap kinerja Tito selama memimpin Polri.


Jelas Edi, di era Tito, remunerasi juga naik dari 33 persen ke 55 persen. Diharapkan remunerasi bisa naik jadi 100 persen pada 2019, biar Polri lebih sejahtera dan profesional.

"Tanpa kesejahteraanya belum ideal, polisi tidak bisa profesional," ujar Edi, Rabu (12/7).

Menurutnya, gaji yang ada sekarang belum mencukupi. Gaji bintara Polri cuma Rp 2.4 juta, tambah remunerasi 50 persen, totalnya Rp 3.6 juta per bulan. Kemudian dikurangi pinjaman koperasi untuk DP rumah, dimana rata-rata bintara menjaminkan SK-nya untuk pinjam uang muka rumah, lalu dipotong Rp 1 juta per bulan.

Kemudian, lanjut Edi, anggaran Polri di zaman Tito juga naik pesat. Yaitu dari Rp 44 triliun menjadi Rp 84 triliun.

"Jadi kami menilai satu tahun pertama kinerjanya berhasil. Idealnya dia menjabat sampai mendekati pensiun tahun 2022. Kalau masih ingin pensiun dini, ya tahun 2020 lah, atau minimal selesaikan dulu sampai clear pemerintahan Jokowi 2019. Artinya, dalam tiga tahun ke depan wajah Polri sudah semakin baik," paparnya.

Saat ini perlu meningkatkan manajemen internal untuk menekan angka korupsi, arogansi kekuasaan dan kekerasan.

Diakui, tugas Kapolri memang berat, terberat di dunia, bahkan melebihi kepala polisi China. China, walau jumlahnya lebih besar tapi di sana lebih mudah mengurus rakyat karena sistemnya sosialis. Berbeda dengan di negara Indonesia, negara demokrasi terbaik di dunia.

"Kami dalam berbagai penelitian, seorang Kapolri nyaris tidak memiliki waktu buat keluarga. Mungkin ini jugalah yang dialami Kapolri Tito dengan beban kerja yang berat," demikian Edi Hasibuan. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya