Berita

Razia di Kashmir/Reuters

Dunia

Tujuh Peziarah Tewas Dalam Baku Tembak, Tak Ada Kelompok Yang Bertanggung Jawab

SELASA, 11 JULI 2017 | 17:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak tujuh peziarah Hindu tewas dalam baku tembak yang meletus di Kashmir India pada awal pekan ini, menyusul dua serangan militan terhadap polisi.

Para peziarah tersebut tengah dalam perjalanan pulang dari kuil Amarnath jauh di Himalaya saat bus mereka terjebak dalam baku tembak di dekat kota Anantnag.

Dua belas peziarah terluka dalam pertempuran yang dipicu setelah gerilyawan menyerang sebuah bunker polisi dan seorang polisi lainnya di sebuah pos pemeriksaan.


Serangan tersebut telah memicu kemarahan kelompok-kelompok garis keras Hindu yang terkait dengan partai penguasa Perdana Menteri Narendra Modi yang telah lama mengupayakan tindakan keras melawan militan yang memerangi pemerintah India di Kashmir yang mayoritas Muslim.

Di wilayah Jammu yang didominasi Hindu di negara bagian India, anggota kelompok pedagang Bajrang Dal yang manden menghentikan mobil untuk memberlakukan pemogokan untuk mengenang para peziarah.

Protes juga terjadi di ibukota keuangan Mumbai dan kota industri Ahmedabad di barat.

"Serangan tersebut harus mendapat penghukuman terkuat dari semua orang," kata Perdana Menteri India Narendra Modi dalam akun Twitternya seperti dimuat Reuters.

Ratusan ribu umat Hindu mengunjungi gua Amarnath, yang terletak 3.658 m di atas permukaan laut di Lembah Lidder yang indah, pada bulan Juli dan Agustus setiap tahun.

Mereka melintasi gunung yang berbahaya menuju ke tempat suci, di mana para pemuja menyembah stalagmit berbentuk lingga berbentuk lumba-lumba yang dipandang sebagai simbol Dewa Siwa, dewa penghancuran Hindu.

Inspektur polisi Altaf Khan mengatakan bahwa Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan berada di balik serangan yang ditujukan untuk menabur perselisihan sektarian.

Namun kelompok militan menolak tuduhan tersebut, menyebut serangan tersebut "tercela", dan menuduh India mencoba menyabot perjuangan kebebasan Kashmir. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya