Berita

Juan Manuel Santos (kiri)/BBC

Dunia

Tujuh Ribu Militan FARC Dapat Amnesti Dari Presiden Kolombia

SELASA, 11 JULI 2017 | 14:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menandatangani sebuah keputusan yang memberikan amnesti kepada 3.600 anggota kelompok pemberontak FARC yang tahun lalu telah menyepakati kesepakatan damai dengan pemerintah.

Ini adalah keputusan amnesti ketiga dan terakhir yang ditandatangani oleh Santos.

Lebih dari 7.000 pemberontak secara total telah diberi amnesti atau dibebaskan dari penjara sebagai bagian dari reintegrasi mereka ke masyarakat Kolombia.


Bulan lalu FARC telah menyelesaikan proses pelucutan senjata. Pemberontak menyerahkan 7.000 senjata terdaftarnya ke misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kolombia.

Sebelumnya pada hari Senin, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memilih untuk membentuk sebuah misi baru di negara tersebut, yang mulai September akan mengawasi pelaksanaan kesepakatan damai tersebut. Langkah tersebut mengakhiri konflik lebih dari lima dekade yang berlangsung di negara tersebut.

Kelompok pemberontak Marxis itu ditemukan pada tahun 1964 untuk membela hak petani tak bertanah. Kelompok tersebut memasuki perundingan damai formal dengan pemerintah pada tahun 2012. Perundingan tersebut diadakan di Kuba dan berlangsung selama empat tahun.

Farc telah sepakat untuk melepaskan perjuangan bersenjata untuk menjadi partai politik. Bagian penting dari kesepakatan tersebut adalah reintegrasi para pemberontak terhadap kehidupan sipil. Disepakati bahwa semua anggota FARC yang tidak melakukan kejahatan berat akan diberi amnesti.

Tiga keputusan yang ditandatangani oleh Santos telah menguntungkan 6.005 mantan pemberontak. Sebanyak 1.400 lainnya yang menjalani hukuman penjara telah dilepaskan dalam beberapa bulan terakhir. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya