Berita

Hukum

Pemahaman Anggota Polri Tentang HAM Perlu Ditingkatkan

SELASA, 11 JULI 2017 | 04:46 WIB | LAPORAN:

Dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-71, Polri perlu meningkatkan pemahaman terhadap hak azasi manusia (HAM), terutama terhadap penanganan aksi-aksi yang melibatkan massa

"Undang-Undang Nomor 2/2002 tentang Polri dinyatakan tugas polisi adalah penegak hukum, pembina ketertiban dan keamanan masyarakat serta pelayan masyarakat. Akan tetapi fungsi pelayan dan pelindung masyarakat dari upaya penegakkan hukum masih sangat kurang," jelas Analis Labor Institute Indonesia Andy W. Sinaga kepada redaksi, Selasa (11/7).

Dia menjelaskan, Konvenan Hak Sipil dan Politik (Sipol) meletakkan tugas berat perlindungan terhadap masyarakat kepada penegak hukum, terutama polisi, Namun dalam realitanya, masih ada penyimpangan perilaku polisi yang bertentangan dengan keharusan.
"Kecenderungan yang terjadi oknum kepolisian masih menggunakan tindakan kekerasan personal dan kekerasan yang bersifat struktrual dalam penanganan aksi unjuk rasa," beber Andy.

"Kecenderungan yang terjadi oknum kepolisian masih menggunakan tindakan kekerasan personal dan kekerasan yang bersifat struktrual dalam penanganan aksi unjuk rasa," beber Andy.

Labor Institute Indonesia mencatat, sepanjang 2017, terjadi sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi, seperti penembakan Brimob terhadap mahasiswa di Jember, polisi menampar aktivis buruh perempuan di Tangerang, dan kekerasan terhadap staf Komnas HAM Papua.

"Kami juga memprediksi masih ada dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oknum aparat kepolisian di lapangan, yang masyarakat masih takut melaporkannya kepada instansi terkait. Selain itu, jangkauan Komnas HAM juga masih terbatas dalam menerima dan memproses kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh kepolisian," jelas Andy.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian diimbau dapat melakukan rekonsolidasi pembinaan terhadap anggotanya yang berada dalam garda terdepan, seperti kesatuan intel, serse, brimob dan sabhara yang sering bersinggungan dengan aksi massa.

"Bila dimungkinkan perlu menambah kredit pelajaran tentang HAM dalam seluruh tingkatan pendidikan Polri, mulai terendah sampai sespati. Setiap anggota Polri perlu diingatkan bahwa polisi adalah Bhayangkara negara, yang artinya pelindung keamanan dan keselamatan rakyat dan negara," demikian Andy. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya