Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sadis, Suami Tega Tembak Istrinya Hingga Tewas Karena Telat Sajikan Makan Malam

SENIN, 10 JULI 2017 | 20:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria berusia 60 tahun tega membunuh istrinya dengan sadis. Ia menembak Istrinya hanya karena terlambat menyediakan makan malam.

Insiden itu terjadi pada Sabtu malam lalu. Pada saat itu, Ashok Kumar pulang ke rumah dan bertengkar dengan istrinya, Rupesh Singh yang merupakan seorang perwira polisi senior di kota Ghaziabad dekat ibukota Delhi.

"Pak (Kumar) biasa minum setiap hari Pada hari Sabtu, dia pulang ke rumah mabuk dan mulai berdebat dengan istrinya, dia kesal dengan kebiasaan minumnya dan ingin membicarakannya, tapi dia juga ingin makan malam," kata juru bicara polisi setempat.


"Dia frustrasi dengan penundaan makan malam dan menembaknya," tambahnya seperti dimuat BBC.

Akibatnya, sang istri terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Namun ia meninggal tak lama setelah penembakan karena luka tembak di bagian kepalanya.

Kumar telah mengakui kejahatannya dan sekarang menyesali perbuatannya.

Kekerasan dalam rumah tangga adalah kejahatan kekerasan yang paling banyak dilaporkan terhadap wanita di India setiap tahun selama lebih dari satu dekade terakhir.

Pada tahun 2015, sebuah insiden kekerasan dalam rumah tangga dilaporkan setiap empat menit di bawah definisi hukum kematian mas kawin, pelecehan terhadap kejahatan terkait mas kawin, kekejaman suami atau kerabatnya dan kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut sebuah survei keluarga yang dilakukan oleh pemerintah, lebih dari 54 persen pria dan 51 persen wanita mengatakan tidak masalah jika pria memukuli istrinya jika dia tidak menghormati mertuanya, mengabaikan rumah atau anak-anaknya, atau bahkan hal yang sederhana, seperti kurang garam dalam masakan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya