Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dataran Tinggi Ini Masuk Situs Warisan Budaya UNESCO, Warga Tibet Khawatir

SENIN, 10 JULI 2017 | 19:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok hak asasi manusia Tibet mengkritik badan budaya PBB, UNESCO karena mendaftarkan sebuah dataran tinggi di China sebagai situs Warisan Dunia.

UNESCO mencatat bahwa dataran tinggi, yang terletak di provinsi Qinghai barat, adalah yang terbesar dan tertinggi di dunia. Padahal provinsi Qinghai, yang berbatasan dengan Daerah Otonomi Tibet (TAR), memiliki populasi Tibet yang cukup besar.

Ketika Beijing mengirim pasukan untuk menegaskan klaim China terhadap wilayah tersebut pada tahun 1950, beberapa wilayah menjadi TAR sementara yang lainnya dimasukkan ke provinsi-provinsi tetangga.


Hoh Xil, yang juga dikenal sebagai Kekexili, adalah bagian dari dataran tinggi Qinghai-Tibet yang lebih besar. China mengatakan bahwa ini adalah habitat utama dan tempat berkembang biak bagi antelop Tibet dan memiliki jalur migrasi penting.

Kawasan yang terdiri dari 4,12 juta hektar itu juga merupakan rumah bagi serigala, beruang dan berisi pemandangan indah.

Kelompok aktivis Tibet mengatakan bahwa langkah UNESCO yang diumumkan akhir pekan lalu itu akan memberi Beijing perlindungan untuk memindahkan orang-orang nomaden Tibet keluar dari daerah tersebut.

China telah menempatkan kembali penggembala Tibet di banyak wilayah. Dikatakan bahwa pihaknya memompa sumber daya untuk memperbaiki standar hidup mereka namun para aktivis mengatakan bahwa hal itu membahayakan cara hidup tradisional mereka dan selanjutnya mengikis budaya Tibet.

Sementara kelompok HAM mahasiswa untuk kebebasan Tibet mengatakan bahwa keputusan UNESCO keterlaluan dan memberikan China lampu hijau untuk melanjutkan rencananya untuk secara paksa menyingkirkan perantau Tibet dari tanah tradisional mereka dan, pada akhirnya, menghapus cara hidup kuno. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya