Berita

Tim robotika Afghanistan/AP

Dunia

Visa Ditolak, Enam Siswi Afghanistan batal Ikut Kompetisi Robot Di AS

SENIN, 10 JULI 2017 | 18:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak enam siswi dari Afghanistan terpaksa menelan kenyataan bahwa mereka tidak bisa mengikuti kompetisi robotika internasional di Amerika Serikat bulan ini. Hal ini lantaran permohonan visa mereka ditolak sebanyak dua kali.

Gadis-gadis itu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa orang Afghanistan juga bisa membuat robot buatan tangan. Namun dari 162 tim yang berencana berpartisipasi, gadis-gadis Afghanistan adalah satu-satunya tim yang ditolak visa oleh AS dan harus berpartisipasi dari jauh melalui sambungan video,

"Ketika kami mendengar bahwa kami ditolak, kami kehilangan harapan," kata Sumaya Farooqi, salah seorang siswi yang ditolak visanya.


"Kami mengajukan permohonan visa AS dan kami ditolak lagi," sambung gadis berusia 14 tahun ini seperti dimuat Associated Press.

Farooqi dan rekan setimnya sudah menghadapi hambatan yang tampaknya tidak dapat diatasi bahkan sampai pada suatu titik di mana mereka dapat meminta izin untuk hadir. Butuh waktu enam bulan untuk mempersiapkan diri, sering bekerja tujuh hari dalam seminggu, karena mereka membangun robot yang bisa memilah bola, memiliki kemampuan untuk mengenali warna oranye dan biru, dan dapat memindahkan benda-benda untuk menempatkannya di tempat yang benar.

Gadis-gadis itu menempuh perjalanan dari rumah mereka di Herat setelah meyakinkan anggota keluarga untuk membiarkan mereka pergi. Mereka menempuh perjalanan sejauh 800 kilometer ke Kedutaan Besar AS di Kabul dua kali karena permohonan mereka ditolak untuk pertama kalinya, walaupun lokasi tersebut menjadi sasaran sebuah bom truk yang mematikan pada tanggal 31 Mei di mana lebih 150 orang terbunuh dan Lebih dari 400 lainnya luka-luka.

Afghanistan bukan bagian dari larangan perjalanan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Departemen Luar Negeri AS menolak untuk mengomentari mengapa aplikasi visa tim Afghanistan ditolak, dengan mengatakan bahwa semua aplikasi visa diadili berdasarkan kasus per kasus sesuai dengan hukum AS. Badan tersebut mengutip sebuah ketentuan dalam Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan Yang "melarang kita membahas kasus visa individual."

Kompetisi ini merupakan inisiatif oleh First Global, sebuah badan amal nirlaba yang memegang tantangan robotika internasional tahunan dengan harapan memicu semangat sains dan teknologi di kalangan siswa sekolah menengah atas di seluruh dunia. Ini adalah kompetisi bergaya "Olimpiade" di mana satu tim dari setiap negara diundang untuk berpartisipasi dan berlangsung dari 16-18 Juli di Washington D.C. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya