Berita

Ilustrasi/CNA

Dunia

Turki Perintahkan Penangkapan 72 Staf Universitas

SENIN, 10 JULI 2017 | 17:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 72 staf universitas awal pekan ini. Ini adalah penangkapan terbaru dalam rangkaian penangkapan pasca kudeta gagal di Turki setahun yang lalu.

Di antara mereka yang ditangkap adalah seorang mantan penasihat pemimpin oposisi utama yang melakukan demonstrasi massal pada hari Minggu untuk memprotes tindakan keras sejak kudeta militer yang gagal tahun lalu.

Polisi sejauh ini telah menahan 42 staf dari Universitas Bogazici yang prestisius di Istanbul dan Universitas Medeniyet, yang berbasis di sisi Asia kota terbesar di negara itu.


Dikatakan delapan dari 72 berasal dari Bogazici, termasuk akademisi terkenal Koray Caliskan, yang bekerja di masa lalu sebagai penasihat sukarela untuk Kilicdaroglu.

Sebanyak 64 orang lainnya ditahan berasal dari Universitas Medeniyet, 19 di antaranya adalah profesor fakultas kedokteran, kata Anadolu. Semua dicurigai pengguna ByLock, aplikasi pesan terenkripsi yang menurut pemerintah digunakan oleh pengikut Gulen.

Sekitar 50.000 orang telah ditangkap dan 150.000 pekerja negara termasuk guru, hakim dan tentara, telah diskors dalam tindakan keras di bawah peraturan darurat yang diberlakukan segera setelah pengambilalihan militer yang diupayakan.

Pemerintah Turki mengatakan tindakan keras dan perubahan konstitusional diperlukan untuk mengatasi ancaman keamanan. Lebih dari 240 orang tewas dalam usaha kudeta tersebut. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya