Berita

Ivan Silvariyadi Rahman/Net

Nusantara

PILKADA KOTA BANDUNG

Kang Ivan Janji Tuntaskan Masalah Sampah Dalam Dua Tahun

SENIN, 10 JULI 2017 | 07:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bakal Calon Walikota Bandung, Ivan Silvariyadi Rahman mengungkapkan penanggulangan masalah sampah di Bandung tidak bisa asal-asalan. Apalagi sampah sudah menjadi suatu masalah yang akut.    

"Jika saya diberi kepercayaan masyarakat Bandung, saya memiliki obsesi untuk dapat mengatasi masalah sampah yang hingga saat ini tidak tertangani dengan baik. Dengan pengalaman dan kesiapan teknologi yang saya miliki, saya menargetkan masalah sampah bisa dituntaskan dalam tempo dua tahun," kata pengusaha yang akrab disapa Kang Ivan itu, Minggu (9/7), seperti dilansir dari RMOL Jabar.

Dikatakannya, persoalan sampah di Bandung sekarang harus dituntaskan dengan menggunakan teknologi yang tepat guna, tidak bisa dengan cara-cara konvensional seperti selama ini. Sudah saatnya mengelola sampah menggunakan mesin dengan teknologi canggih seperti yang telah dia dan kawan-kawan kembangkan di beberapa tempat.


Kang Ivan mengungkapkan, selama ini pemerintah mengeluarkan dana yang besar untuk membeli alat-alat maupun berbagai sarana prasarana penanggulangan sampah. Padahal dengan biaya yang begitu besar masalah sampah tetap tidak terselesaikan.

"Bayangkan saja, masalah-masalah seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA), transportasi dan berbagai persoalan terkait lainnya masih tetap mengganjal dan sulit dicarikan solusinya. Karena itu, kita sarankan untuk meninggalkan cara-cara yang lama. Sekarang, mari kita manfaatkan teknologi. Tidak perlu lagi beli dumptruck dengan mengeluarkan dana miliaran rupiah. Tidak perlu juga pusing dengan masalah TPA, yang juga menyangkut persoalan pembebasan lahan, masalah lingkungan dan sebagainya," imbuhnya.

Kang Ivan menambahkan permasalahan sampah sudah dimulai dari tingkat RT/RW hingga akhirnya sampah menumpuk di berbagai tempat. Persoalannya, bisa pada petugas yang tidak bisa bekerja secara profesional atau pada masalah sarana dan prasarana, termasuk sarana transportasi.

"Mesin pengolahan sampah karya anak bangsa yang saya dan kawan-kawan kembangkan telah dimanfaatkan di Tangerang Selatan. Mesin yang ini mampu mengolah sampah sebanyak 3.5 m3 per jam atau 80 m3 per hari. Dan ini untuk segala jenis sampah, kering maupun basah; organik maupun non-organik. Dengan mesin ini pemerintah tidak perlu membeli dump truck dan membayar TPA," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya