Berita

Idrus-Nuruf/RMOL Jabar

Hukum

Golkar Minta Penyebar Adu Domba Diusut

MINGGU, 09 JULI 2017 | 22:56 WIB | LAPORAN:

. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham mendesak Kemenkominfo dan Polri menindak tegas situs abal-abal yang sengaja memproduksi dan menyebarkan berita bohong. Salah satunya berisi adu domba antara Presiden Joko Widodo selaku eksekutif dengan pihak legislatif.

Dalam sebuah kabar yang beredar di dunia maya, dikatakan Presiden Jokowi menyebut bila DPR dan DPRD dibubarkan maka negara bisa melakukan efisiensi hingga triliunan rupiah.

Menurut Idrus, kabar yang kini beredar luas tersebut adalah bohong. Baginya, tidak boleh ada pembiaran terhadap kabar bohong terlebih menyangkut kepala negara.


"Berita ini berita bohong. Tapi harus ditanggapi secara serius karena berimplikasi terhadap kehidupan berbangsa," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/7).

"Mana mungkin Presiden Jokowi ngomong seperti itu. Ini pasti hoax dan upaya mengadu domba eksekutif dengan legislatif," jelas Idrus.

Karenanya, dia meminta Kemenkominfo dan Polri secara sungguh-sungguh menertibkan situs abal-abal yang memproduksi dan menyebarkan berita bohong, tanpa harus menunggu adanya laporan masyarakat atau pihak-pihak yang dirugikan.

Karena persoalan tersebut punya implikasi terhadap kehidupan berbangsa, mestinya Menkominfo Rudiantara dan Kapolri Tito Karnavian memerintahkan jajaran untuk mengusut penyebaran berita bohong.

"Menkominfo dan Kapolri harus proaktif. Jangan pasif menunggu laporan," kata Idrus.

Lebih lanjut, penyebaran kabar bohong merupakan bentuk penyimpangan dari demokratisasi di Indonesia. Dalam demokrasi, penyampaian suatu gagasan diatur melalui mekanisme dan Undang Undang.

"Penyebaran berita bohong adalah bentuk penyimpangan daripada aturan, mendegradasi dan melecehkan kepala negara, itu tidak bisa dibiarkan," demikian Idrus. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya