Berita

Foto/RMOL

Politik

Hobi Jokowi Blusukan Dipuji Wartawan Tiongkok

MINGGU, 09 JULI 2017 | 18:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kabar mengenai hobi Presiden Joko Widodo menyapa rakyat secara langsung hingga ke daerah terpencil juga diketahui kalangan wartawan Republik Rakyat China atau Tiongkok.

Komitmen Jokowi berinteraksi dengan rakyat menggunakan metode blusukan ini dipuji sebagai cara yang pas untuk memahami persoalan yang dialami rakyat.

Metode blusukan ini juga dilakukan raja-raja Tiongkok di masa lalu, di samping tentu saja mendengarkan laporan dari menteri-menteri dan pejabat lain.


Kekaguman wartawan Tiongkok pada blusukan Jokowi itu disampaikan dalam pertemuan antara delegasi Persatuan Wartawan Tiongkok (PWT) dengan Deputi Kantor Staf Presiden bidan Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu sore (9/7).

Delegasi PWT sedang berkunjung ke Jakarta memenuhi undangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

"Presiden Jokowi tahu bagaimana cara mendapatkan masukan yang benar tentang problematika yang dihadapi rakyat," ujar Deputi Hubungan Luar Negeri PWT, Fang Xinjian.

Mereka lebih kagum lagi manakala mendengar langsung dari Eko Sulistyo bahwa Jokowi juga aktif di media sosial.

"Sejak jadi Walikota Solo, Presiden Jokowi sudah aktif di media sosial. Apalagi setelah jadi Gubernur Jakarta, dan kini jadi Presiden Indonesia," kata Eko Sulistyo sambil menambahkan Jokowi mengelola langsung akun media sosial yang dia punya.

"Pengikut akun medos Presiden Jokowi cukup banyak. Salah satu yang terbanyak di dunia. Kira-kira nomor tiga untuk Twitter," tambah Eko Sulistyo.

Sementara Fang Xinjian mengatakan, berinteraksi melalui medsos pada dasarnya juga sama dengan blusukan, yakni untuk mendapatkan informasi akurat mengenai perkembangan dan persoalan yang dialami rakyat.

"Ini sudah benar. Tradisi ini perlu dilakukan terus," ujar Fang Xinjian.

Platform Asli Indonesia

Sementara Pimred Harian Hunan Gong Zhengweng sebelumnya menyarakan praktisi media siber Indonesia mengembangkan platform media asli Indonesia.

Dia mencontohkan strategi yang dilakukan Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan platform media buatan negeri sendiri seperti Baidu yang didirikan tahun 2000. Pemeritah Tiongkok mengontrol penggunaan mesin pencari lain untuk memberi kesempatan kepada platform asli Tiongkok berkembang.

"Dulu banyak yang mengkritik dan mengecam pembatasan itu. Sekarang baru hasilnya terlihat, kami bisa menguasai pasar sendiri," demikian Gong Zhengweng. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya