Berita

Foto: Net

Politik

Iwan Sumule: Terlalu Banyak Kekeliruan Pengabdi Jokowi, Iya Nggak Sih?

MINGGU, 09 JULI 2017 | 10:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keikutsertaan anak, menantu dan cucu Presiden Joko Widodo dalam perjalanan dinas ke Turki dan Jerman adalah kasus serius. Tidak bisa didiamkan begitu saja.

Aktivis Iwan Sumule mengingatkan, bagi setiap pejabat, membawa istri ke kamar yang dibiayai uang negara adalah pelanggaran berat.

“Itu kata pimpinan KPK, bukan kata saya, loh,” ujarnya.


Iwan Sumule merujuk pada pernyataan yang pernah disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad di bulan September 2014.

Apalagi, sambung Iwan Sumule, membawa anak, menantu dan cucu dalam perjalanan dinas menggunakan pesawat kepresidenan.

UU 7/1978 tentang Hak Keuangan Administratif Presiden dan Wakil Presiden Serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden tidak mengatur hal itu. Di dalam pasal 2 dan 3 UU itu hanya disebutkan bahwa selain gaji pokok dan tunjangan jabatan, presiden dan wapres juga mendapatkan seluruh biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas, seluruh biaya rumahtangga, dan seluruh biaya perawatan kesehatan beserta keluarga.

“Jelas yang ditanggung untuk keluarga itu terkait soal kebutuhan rumah tangga dan kesehatan keluarga. Terkait pelaksanaan tugas presiden, mambawa anak cucu dan mantu tak berhubungan dengan pelaksanaan tugas presiden dalam menghadiri pertemuan G-20 di Turki,” terang Iwan Sumule.

“Emang anak, cucu dan mantu termasuk undangan dalam pertemuan G-20?” tanya dia lagi.

Iwan Sumule melanjutkan, Menteri Keuangan lewat peraturan nomor 164/PMK/052015 tentang Perjalanan Dinas Luar Negeri memang menyebutkan bahwa keluarga Presiden bisa diajak dalam perjalanan dinas.

“Tetapi peraturan ini dibuat di zaman Jokowi. Dan ingat, Peraturan Menteri tingkatannya jauh di bawah UU,” ujar dia lagi.

Menurut Iwan Sumule, hal-hal seperti ini terjadi karena kekeliruan dan sikap diam pengabdi Jokowi.

“Iya nggak sih?” tanya dia lagi. [dem] 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya