Berita

Subsidi Listrik Dicabut/net

Bisnis

Subsidi Listrik Dicabut, YLKI: Rakyat Makin Terbebani, Pemerintah Balik Badan

MINGGU, 09 JULI 2017 | 04:44 WIB | LAPORAN:

Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pencabutan subsidi listrik bagi kelompok rumah tangga pelanggan 900 Volt Ampere (VA) yang masuk kategori mampu.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan persoalan pricing policy atau kebijakan harga tersebut menjadi keluhan utama masyarakat, terutama sejak pencabutan subsidi listrik untuk sebagian pelanggan 900 VA.

"Kalau dari sisi konsumen, idealnya besar kecilnya tarif berbanding dengan besar kecilnya benefit atau tingkat mutu pelayanan. Jadi kadang-kadang bagi masyarakat tidak mudah mencerna, belanja listrik masyarakat naik karena subsidinya dicabut," kata Sudaryatmo saat diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).


Menurut Sudaryatmo, masyarakat akan jauh lebih mudah memahami jika belanja listrik konsumen naik tapi sekaligus diimbangi dengan kenaikan tingkat mutu pelayanan.
"Misalnya, dari sisi pemadaman per triwulan dari 20 kali menjadi 10 kali. Kasus-kasus YLKI, menurut Sudaryatmo, kebanyakan kaitannya dengan tingkat mutu pelayanan PLN," tegas Sudaryatmo.

Lebih lanjut Sudaryatmo juga menekankan jika pencabutan subsidi bagi pelanggan kategori rumah tangga 900 VA harusnya didasarkan pada basis data yang tepat.
"Tentang subsidi yang berkeadilan, harus ada penjelasan profil konsumen yang subsidinya dicabut dan profil konsumen yang dipertahankan," kata Sudaryatmo.

Atas dasar itu, masyarakat berhak tahu kriteria rumah tangga yang subsidinya dicabut dan yang dipertahankan. Makanya menurut dia kebijakan tarif listrik harus melibatkan intervensi pemerintah karena listrik termasuk esensial services.
"Mestinya ada peran negara. Negara punya kepentingan terhadap stabilisasi tarif listrik," tambah Sudaryatmo.

Pemerintah seharusnya bisa mencadangkan dana khusus yang bisa digunakan untuk stabilisasi. Kalau negara sudah berupaya maksimal, baru risiko tersebut dapat dialihkan ke konsumen. Skema penyesuaian tarif saat ini, kata Sudaryatmo, memindahkan risiko keuangan global kepada konsumen.

"Pemerintah punya kepentingan untuk melakukan stabilisasi tarif listrik. Ini penting tidak hanya bagi rumah tangga, tapi juga bagi industri. Tarif adjustment itu sebenarnya menimbulkan ketidakpastian khususnya dari sisi industri," tegasnya.

Sudaryatmo menggarisbawahi intervensi pemerintah perlu dilakukan mulai tahap produksi. Misalnya, pembangunan pembangkit listrik tidak dibebankan ke PLN. Selain itu, intervensi dalam hal distribusi jaringan.

"Jaringan selama ini sering menjadi masalah karena Indonesia negara kepulauan," pungkas Sudaryatmo.

Soal intervensi dalam pricing policy, Sudaryatmo menilai jika pemerintah terkesan lempar badan dalam soal ini.

"Dalam konteks pricing policy, pemerintah itu intervensinya justru lempar badan bukan mengambil alih tanggung jawab. Risiko global di-deliver ke konsumen bukan di-take dulu pemerintah," sesal Sudaryatmo.

Terakhir, soal isu ketersediaan listrik atau rasio elektrifikasi menurut dia juga kerap menjadi bahan aduan. Tidak hanya tersedia, tapi menurutnya, PLN juga harus bisa menjamin aliran pasokan itu karena konsumsi listrik sifatnya terus menerus.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya