Berita

Politik

Mantan Stafsus Presiden: Jokowi Berhak Libur Bersama Keluarga Sekalian Mencatat Hal Pertama dalam Sejarah

SABTU, 08 JULI 2017 | 08:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo bagaimana pun juga punya hak untuk berliburan, apalagi bersama keluarga. Karena tugas sebagai presiden sudah barang tentu bukan tugas yang mudah, juga dipastikan menguras pikiran dan tenaga.

Masalahnya adalah, liburan bersama keluarga itu kurang pas bila menggunakan pesawat kepresidenan.

Demikian dikatakan politisi Partai Demokrat, Andi Arief, Sabtu pagi (8/7).


“Jokowi berhak liburan bersama keluarga ke luar negeri, tapi kurang pas kalau menggunakan pesawat kepresidenan. Keluarga dibawa seberoyotan (serombongan) menghadiri acara penting G-20 tentu tidak pas, kecuali mereka semua tim substansi yang akan jadi tema KTT,” kata mantan Staf Khusus Presiden itu.

Andi Arief menambahkan, bila benar cucu presiden ikut dalam rombongan Presiden Jokowi, maka ini adalah kali pertama yang terjadi dalam sejarah dimana anak balita ikut KTT G-20.

Andi Arief yang pernah lama bertugas di Istana mengatakan, berdasarkan pengalamannya, KTT G-20, APEC dan sebagainya adalah kegiatan yang sangat besar, Biasanya delegasi resmi tidak punya waktu berleha-leha karena pada dasarnya sedang melakukan perang diplomatik.

“Mohon maaf sebesar-besarnya buat cucu Jokowi yang kalau benar ikut, menjadi korban bully karena ulah sekeliling Presiden yang diam saja,” masih ujar Andi Arief.

Dia mengingatkan bahwa pesawat kepresidenan adalah salah satu fasilitas negara untuk memudahkan tugas Jokowi sebagai kepala negara, bukan sebagai kepala keluarga.

Menurut Andi Arief, wajar saja bila Presiden Jokowi mendidik anak-anaknya untuk menghadiri acara-acara tertentu di dunia. Tetapi, melibatkan menantu dan cucu sudah tidak lazim.

“Sekarang pasti para Jokower sedang mencari apakah ada foto SBY dan keluarga sebroyotan naik pesawat kunjungan luar negeri. Gak bakal ada,” demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya