Berita

Politik

Jokowi Perlu Ganti Panglima TNI

SABTU, 08 JULI 2017 | 03:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dorongan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terus mengalir. Peneliti Imparsial Eva Rosita menilai Gatot memiliki catatan merah selama memimpin TNI.

"Selama GN (Gatot Nurmantyo) jadi Panglima TNI, reformasi TNI jalan di tempat," ungkap Eva dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (8/7).

Dia menyatakan, Imparsial mendukung rencana regenerasi TNI, termasuk pergantian panglima TNI. Gatot sendiri yang merupakan angkatan 82 sudah dua tahun menjabat dan pada 2018 mendatang memasuki masa pensiun.


Kegagalan Gatot lainnya, lanjut Eva, adalah tidak melakukan restrukturisasi komando teritorial. Sebaliknya, Gatot malah menambah komando daerah militer, yakni di Papua dan Sulawesi Utara. Selain itu, Gatot juga tidak melaksanakan pengadilan militer atas kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia.

"(Sehingga) penyelesaian kasus pelanggaran HAM stagnan," ujarnya.

Gatot, dalam catatan Imparsial, juga memiliki kecenderungan dan potensi untuk berpolitik. Hal itu dapat dilihat dari pidato yang disampaikannya di berbagai acara, melakukan safari-safari ke kampus, dan rencana untuk mengembalikan hak politik TNI.

"Kiprah panglima cenderung politis, karena itu perlu dilakukan regenerasi. Setelah regenerasi, restrukturisasi menjadi salah satu hal urgent yang perlu dilakukan," tutup Eva. [wah]  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya