Berita

Taufiequrachman Ruki/Net

Hukum

Ruki: Cukup Dua Orang Hebat Untuk Meminimalkan Korupsi di Indonesia

JUMAT, 07 JULI 2017 | 19:51 WIB | LAPORAN:

Isu pemberantasan korupsi kerap kali menjadi barang dagangan saat momen pemilihan presiden. Rencana pemberantasan korupsi hingga ke akarnya hanya digembar-gemborkan saat masa kampanye.

"Jujur saya mengikuti beberapa presiden. Pemberantasan korupsi seolah-olah konsusmi saat pilres, tapi bagaimana sesudahnya? Itu menujukkan bahwa komitmennya tidak strong," jelas mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Jumat (7/7).

Menurut dia, Indonesia cukup memiliki dua orang hebat untuk bisa meminimalkan korupsi.


"Orang hebat yang pertama, siapapun juga orangnya yang menjabat sebagai Presiden RI. Kapolri gak perlu hebat-hebat amat, jaksa agung gak perlu hebat-hebat amat. Kalau gak hebat ganti aja, itu hak prerogatif presiden, menteri juga. Yang penting mereka punya integritas dan kompetensi yang bagus," kata Ruki.

Orang hebat kedua ialah ketua Mahkamah Agung (MA). Dalam posisinya, jelas Ruki, Ketua MA tidak mungkin mengintervensi kasus demi kasus. Tapi kebijakannya sebagai ketua MA sangat mengikat para hakim. Hakim tentu memberi putusan berdasarkan pembuktian di persidangan tapi arahannya sudah cukup jelas.

"Bayangkan dalam kasus tipikor secara sah dan meyakinkan tapi hukumannya hanya 1 tahun, itu kan namanya tidak punya komitmen. Jadi ini saatnya presiden, ketua MA menunjukkan komitmennya yang kuat dalam pemberantasan korupsi," kata Ruki.

Jika komitmen itu terus dijaga, Ruki yakin kasus korupsi akan rampung pada 2019.

"Insya Allah sampai 2019 selesai korupsi ini, kalau benar ayo kita dukung kembali," imbuhnya. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya