Berita

KPK/net

Hukum

ILUNI Badan Hukum: Kalau Bersih, Kenapa KPK Takut Dukung Pansus?

JUMAT, 07 JULI 2017 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Ikatan Alumni Universitas Indonesia (UI) Badan Hukum menegaskan mendukung penuh mekanisme evalusi total Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Evaluasi dilakukan oleh DPR melalui hak angket, dan ditindaklanjuti dengan pengawasan berkala. Langkah ini sepenuhnya untuk memperkuat independensi KPK," kata Ketua ILUNI Badan Hukum Achmad Ismail Soeriokoesoemo melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Jumat (7/7).

Achmad menegaskan jika KPK bukan lembaga kebal hukum. Lembaga anti rasuah itu kata dia  harus mempertanggung jawabkan kinerjanya secara berkala kepada publik. Audit Kinerja KPK harus dilakukan oleh BPK.


"KPK juga bukan alat politik kekuasaan. KPK tidak boleh menjadi lembaga instrumen kekuatan politik apa pun. KPK wajib menjadi benteng terakhir pemberantasan korupsi, bukan badut murahan regime yang hanya berkepentingan menegakkan kekuasaannya, tak peduli dengan cara menerjang konstitusi sekalipun," tegas Achmad.
 
Menurut Achmad publik wajib mengawasi KPK secara intensif. Sementara DPR harus membuat mekanisme untuk pengawasan lembaga second track KPK.

Lebih jauh, Achmad juga menegaskan jika fungsi yudikatif harus dikembalikan sesuai dengan UUD 1945 yang asli.

"Pengembalian itu harus dilakukan antaran ketidakjelasan batasan kerja, mereka yang ditangkap KPK pasti terpidana, sedangkan yang ditangkap oleh kejaksaan memiliki hak SP3. Maka, sudah saatnya menghentikan ‘kewenangan’ KPK yang sejatinya bertentangan dengan UUD 1945," jelas Achmad.

KPK kata Achmad seharusnya malu dan terhina diperalat untuk memvonis korban-korban yang dikoruptorkan dan membiarkan koruptor sejati bebas dari jerat hukum. Atas dasar itu, DPR harus menjalankan fungsi kontrol terhadap seluruh otoritas hukum, termasuk KPK.

"Hukum harus menjadi panglima yang berlaku sama terhadap siapa pun di negeri ini, tidak boleh pilih kasih, belah bambu, dan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau bersih kenapa takut dukung pansus angket KPK," demikian Achmad.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya