Berita

Hukum

Cegah Ke DPR, Massa Ancam Tutup Jalan Depan Rumah Anggota Pansus KPK

JUMAT, 07 JULI 2017 | 18:20 WIB | LAPORAN:

Keberadaan Pansus KPK seakan memperparah pandangan miring masyarakat ke DPR RI. Sebab Pansus KPK dinilai sebagai preseden buruk bagi pemberantasan korupsi.

Untuk itu, Koordinator Komunitas Jaga Indonesia, Budi Djarot, mengajak semua masyarakat Indonesia melayangkan mosi tidak percaya terhadap DPR.

"Kami mengajak rakyat untuk melakukan mosi tidak percaya kepada DPR. Karena DPR telah melakukan perilaku politik yang tidak bermoral," katanya dalam Aksi Bersama Tolak Intervensi Berantas Korupsi di depan Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jum'at (7/7).


Kamis (6/7) kemarin, Ketua Pansus KPK Agun Gunanjar Sudarsa beserta para koleganya menyambangi Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat untuk meminta keterangan langsung dari para narapidana kasus korupsi. Khususnya terkait kejanggalan proses penyelidikan seperti yang ada dalam data yang mereka peroleh.

Budi Djarot bilang itu merupakan tindakan yang bisa membatalkan mereka dari keanggotan di DPR.

"Itu tindakan goblok, dia mengintervensi kekuatan hukum di Indonesia. Dan itu sudah bisa untuk membatalkan mereka untuk duduk di DPR. Mereka harus tunduk hukum," tegasnya.

Nah, apabila Pansus tak mengindahkan tuntutan mereka dan tidak membubarkan diri, Budi Djarot berjanji kembali akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar. Aksi itu pun akan dilakukan di depan rumah jabatan Anggota DPR.

"Kalau terus berjalan berarti rakyat akan terus melawan. Dan saya punya cara untuk melawan. Saya cegah mereka untuk datang ke DPR lagi. Kita enggak perlu demo disini, tutup aja jalan di rumah DPR sana. Dan jangan pergi dari rumah itu. Karena dia tidak pantas untuk duduk disini. Kalau kita demo disini emang didenger sama mereka. Enggak," tukasnya. [zul]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya