Keberadaan Pansus KPK seakan memperparah pandangan miring masyarakat ke DPR RI. Sebab Pansus KPK dinilai sebagai preseden buruk bagi pemberantasan korupsi.
Untuk itu, Koordinator Komunitas Jaga Indonesia, Budi Djarot, mengajak semua masyarakat Indonesia melayangkan mosi tidak percaya terhadap DPR.
"Kami mengajak rakyat untuk melakukan mosi tidak percaya kepada DPR. Karena DPR telah melakukan perilaku politik yang tidak bermoral," katanya dalam Aksi Bersama Tolak Intervensi Berantas Korupsi di depan Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jum'at (7/7).
Kamis (6/7) kemarin, Ketua Pansus KPK Agun Gunanjar Sudarsa beserta para koleganya menyambangi Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat untuk meminta keterangan langsung dari para narapidana kasus korupsi. Khususnya terkait kejanggalan proses penyelidikan seperti yang ada dalam data yang mereka peroleh.
Budi Djarot bilang itu merupakan tindakan yang bisa membatalkan mereka dari keanggotan di DPR.
"Itu tindakan goblok, dia mengintervensi kekuatan hukum di Indonesia. Dan itu sudah bisa untuk membatalkan mereka untuk duduk di DPR. Mereka harus tunduk hukum," tegasnya.
Nah, apabila Pansus tak mengindahkan tuntutan mereka dan tidak membubarkan diri, Budi Djarot berjanji kembali akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar. Aksi itu pun akan dilakukan di depan rumah jabatan Anggota DPR.
"Kalau terus berjalan berarti rakyat akan terus melawan. Dan saya punya cara untuk melawan. Saya cegah mereka untuk datang ke DPR lagi. Kita enggak perlu demo disini, tutup aja jalan di rumah DPR sana. Dan jangan pergi dari rumah itu. Karena dia tidak pantas untuk duduk disini. Kalau kita demo disini emang didenger sama mereka. Enggak," tukasnya.
[zul]