Berita

Jaffar Hafsah/RMOL

Hukum

Dua Dari Lima Anggota DPR Tak Penuhi Pemeriksaan KPK Terkait E-KTP

JUMAT, 07 JULI 2017 | 17:30 WIB | LAPORAN:

Lima dari anggota DPR yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus Korupsi e-KTP, hanya tiga yang memenuhi panggilan penyidik KPK.

Tiga di antaranya, Jaffar Hafsah, Khatibul Umam dan Jazuli Juwaini. Ketiganya diperiksa untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ketiganya keluar Gedung KPK dalam waktu hampir bersamaan.

Menurut pantauan RMOL, yang keluar lebih dulu adalah politisi asal Demokrat Jaffar pada pukul 15.38 WIB. Disusul politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli pada pukul 15.51 WIB dan terakhir politisi asal Demokrat Khatibul pukul 16.37 WIB. Ketiganya mengaku ditanya mengenai hubungannya dengan Andi Narogong. Namun ketiganya serempak mengaku tidak pernah mengenal Andi.


Usai jalani pemeriksaan, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jaffar Hafsah mengungkapkan bahwa ia tidak dikonfirmasi apa pun oleh penyidik KPK. Pemeriksaannya saat ini sebatas melengkapai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Andi Narogong.

"Menyempurnakan daripada BAP. Tidak ada konfirmasi lagi karena yang lalu kesaksian terhadap Irman dan Sugiharto. Sekarang Andi Narogong," ucap Jaffar kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/7).

Jaffar pernah mengaku menerima uang sebesar 100 ribu dollar AS yang ia gunakan untuk membeli satu unit Toyota Land Cruiser. Namun, Jaffar merasa tidak mengetahui bahwa uang tersebut terkait proyek e-KTP.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Karena pembahasan proyek e-KTP berada di Komisi II sementara saat itu Jaffar merupakan anggota Komisi IV.
 
"Saya tidak pernah terikat, terlibat dari itu. Tidak ada. Karena saya dari Komisi IV. Sedangkan program ini ada di Komisi II," imbuhnya.

Senada dengan, Jaffar, mantan anggota Badan Anggaran (Banggar), Khatibul Umam Wiranu juga mengaku tidak ditanya soal aliran dana yang diduga diterima olehnya. Ia mengaku, penyidok KPK menanyakan soal Andi Agustinus dan pekerjaannya selama di Komisi II DPR.

"Gak ada (soal uang) cuma ada soal Agustinus. Kemudian ditanya kenal komisi II siapa saja, pimpinannya saat itu siapa, kapan saja periodenya. Karena sayakan pernah menjadi anggota Banggar, komisi III, Baleg (Badan Legislasi) juga pernah. Kemudian e-KTP pasti ditanyakan soal prosedur penganggaran pemerintah 16 Agustus, nota keuangan, sampai ke banggar, sampai ke komisi II balik lagi. Tekhnis itu semua saya jelaskan," papar Khotibul.

Mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menyebut bahwa Khatibul pernah menerima 400.000 dollar AS dari proyek e-KTP. Uang itu digunakan untuk suksesi pencalonan Khatibul dalam pemilihan Ketua Umum GP Anshor.

Namun, keterangan Nazar dibantah oleh Khatibul. Bahkan, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu menyatakan siap untuk dikonfrontasi dengan saksi-saksi lainnya.

Saat ditanya wartawan mengenai indikasi kejanggalan pembahasan anggaran proyek e-KTP di Banggar, Khatibul diam. Ia juga enggan berkomentar saat disinggung mengenai isi dakwaan yang menyebutkan namanya.

Berbeda dengan Jazuli, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lebih irit bicara usai jalani pemeriksaan. Ia hanya menegaskana bahwa kehadirannya saat ini untuk mengklarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam panggilan penyidik sebelumnya pada Selasa (4/7).[san] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya