Berita

Wakapolri/net

Hukum

Pelapor Kaesang: Dari Jenderal Sampai Bawahannya Nggak Becus Semua

JUMAT, 07 JULI 2017 | 17:02 WIB | LAPORAN:

Muhammad Hidayat Situmorang (MHS) merasa heran dirinya kepada pihak berwajib yang memintanya hadir memenuhi pemeriksaan laporannya terhadap Kaesang, Jumat (7/7).

Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak perlu dilakukan, mengingat Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin telah menyatakan menghentikan kasus tersebut.

"Saya gak perlu dong dimintai keterangan. Bodoh saya, kalau diminta keterangan. Wong kasusnya sudah ditutup. Gimana ceritanya? Masa kasus sudah ditutup (malah) dimintai keterangan? Dunia terbalik ini," sesal Hidayat saat dikonfirmasi.


Pria yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Muslim itu, juga mengatakan kinerja polisi yang dinilainya tidak profesional. Hal itu, lanjutnya, polisi seolah-olah hanya membodohi masyarakat Indonesia.

"Kalau saya menuruti mereka, saya membodohi diri saya sendiri dan publik Indonesia. Mau membodohi publik se Indonesia? Ini polisi yang nggak becus. Dari Jenderalnya sampe bawahannya nggak becus semua," paparnya.

Untuk diketahui, Hidayat dipanggil penyidik untuk mengklarifikasi laporannya terhadap Kaesang, Jumat pagi. Tersangka kasus ujaran kebencian itu datang sendirian mengenakan pakaian koko berwarna putih dan membawa kertas yang ditutupi plastik.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin telah menginstruksikan anak buahnya untuk menghentikan Laporan Polisi (LP) atas nama Kaesang.

LP yang ditujukan kepada Kaesang Pangarep, anak Presiden RI Jokowi itu, diduga tidak ada unsur pidana dan mengada-ada.

"Tidak ada (unsur pidana) itu. Laporannya ngada-ngada. Kita tidak akan tindak lanjuti laporan itu," tegas Syafruddin di Mabes Polri, Kamis (6/7).

Instruksi tersebut, disampaikan Syafruddin usai mendatangi Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis siang.

Syafruddin menjelaskan, ujaran kebencian (hate speech) yang ditujukan ke Kaesang hanya bersifat gurauan (guyon). Apalagi istilah "Ndeso" yang diperkarakan dianggap merupakan gurauan umum di masyarakat.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya