Berita

Peta Azerbaijan dan Armenia/Net

Dunia

Azerbaijan Geram, Dua Warga Sipil Tewas Karena Serangan Armenia

JUMAT, 07 JULI 2017 | 15:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Pertahanan Republik Azerbaijan mengecam keras serangan yang terjadi di desa Alkhanli di wilayah Fizuli Azerbaijan pekan ini, tepatnya pada 4 Juli 2017.

Dalam keterangan yang diterima redaksi, pemerintah Azerbaijan menyebut bahwa serangan tersebut disengaja dan menargetkan warga sipil oleh angkatan bersenjata Armenia. Serangan itu dilakukan dengan menggunakan mortir 82 dan 120 mm serta peluncur granat berat.

Akibat serangan tersebut, dua orang warga sipil tewas. Ia adalah seorang nenek bernama Guliyeva Sahiba dan cucunya yang masih berusia 2 tahun, Guliyeva Zahra terbunuh. Serangan juga menyebabkan sejumlah warga sipil lainnya terluka dan membuat kerusakan bangunan.


"Pembunuhan seorang wanita tua dan cucunya yang berusia dua tahun dan melukai warga sipil lainnya dan merusak benda-benda sipil tidak lain adalah tindakan vandalisme dan sekali lagi membuktikan sifat teroris dari Negara bagian Armenia," begitu bunyi keterangan tersebut.

"Armenia telah melakukan serangan yang sistematis, disengaja dan ditargetkan terhadap penduduk sipil yang meliputi antara lain perempuan, anak-anak dan orang tua yang tinggal di daerah padat penduduk yang berdekatan dengan garis depan. Serangan langsung dan disengaja Armenia terhadap penduduk sipil dan benda sipil di Azerbaijan, merupakan pelanggaran serius terhadap undang-undang kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional, khususnya, Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan saya, Konvensi tentang Hak-hak Anak dan Konvensi Untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Fundamental," masih kata keterangan yang sama.

Sebagai informasi bahwa setelah kunjungan dari OSCE Minsk Group Co-Chairs ke wilayah tersebut, ketika Co-Chairs dan organisasi internasional menyerukan untuk mengubah status quo pendudukan melalui perundingan substantif dan serius, Armenia berusaha untuk melakukan provokasi dasar dan jahat yang bertujuan untuk pembunuhan yang disengaja dan ditargetkan.

Azerbaijan telah berulang kali mengingatkan masyarakat internasional bahwa alasan utama ketegangan dan insiden di garis depan dan hambatan utama dalam resolusi konflik adalah kehadiran yang tidak sah dari angkatan bersenjata Armenia di wilayah pendudukan Azerbaijan. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya