Berita

7-Eleven (Sevel)/Net

Bisnis

Bos Modern Keluhkan Aturan Larangan Minol

Datangi Kantor BEI
JUMAT, 07 JULI 2017 | 10:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil manajemen PT Modern Internasional Tbk (MDRN) selaku induk usaha PT Modern Sevel Indonesia (MSI), kemarin. Pemanggilan itu untuk mengorek informasi soal penutupan seluruh gerai 7-Eleven (Sevel).
 
Manajemen PT Modern Internasional datang ke kantor BEI pukul 14.30 WIB. Rom­bongan dipimpin Direktur PT Modern Internasional Donny Susanto. Donny datang bersama tiga orang perwakilan. Sesam­painya di kantor BEI, mereka melakukan pertemuan dengan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat. Pertemuan dilakukan digelar tertutup.

Pasca-pertemuan sekitar satu jam itu, manajemen PT Modern Internasional masih bungkam dan irit komen soal hasil per­temuannya. Begitu juga, saat ditanya mengenai keberlanjutan bisnis perusahaan pasca-ditutup­nya bisnis Sevel.


"Masalah keterbukaan infor­masi. Nanti akan kami com­ment," tambah dia.

Donny mengatakan, pihak perseroan tidak dapat mem­berikan banyak penjelasan. Dalam waktu dekat, kata dia, perusahaan akan memberikan penjelasan. "No comment dalam sementara, kita akan undang da­lam waktu setempat," ujarnya.

Samsul mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihak PT Modern Internasional men­jelaskan mengenai penutupan Sevel. Perseroan dijadwalkan untuk menggelar public ex­pose terkait kondisi tersebut. "Mereka akan public expose secepatnya, di situ saja ditan­yain," kata Samsul.

Samsul mengungkapkan manajemen Modern Interna­tional menyatakan salah satu penyebab mereka tutup gerai adalah biaya operasional, biaya sewa, dan infrastruktur dan sarana. "Sebagian besar utang, kalau dari sisi bisnis sih bagus bisnisnya, mereknya juga cukup kuat," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, mana­jemen Sevel mengungkapkan alasan lain penghambat usaha toko ritel yang merupakan lang­ganan anak muda tersebut. Salah satunya adalah regulasi larangan menjual minuman beralkohol (minol).

"Mereka cerita (minol), cuma itu berdampak minor saja, ya memang langsung anjlok. Tapi mereka nyebutin itu cuma ber­pengaruh nggak terlalu besar," ujar Samsul.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, tutupnya sevel per 30 Juni 2017 bukan men­jadi tanda bahwa ekonomi In­donesia sangat buruk atau bisnis usaha di sektor ritel tengah lesu. Menurutnya, keputusan Modern menutup seluruh gerainya di In­donesia lebih dikarenakan bisnis model yang diterapkannya kalah bersaing dengan ritel lain.

"Ekonomi dunia sedang mem­baik walaupun tidak besar sekali, oleh karena itu jangan terlalu risau. Mungkin bisnis mereka modelnya enggak sesuai den­gan bisnis model ritel," kata Darmin.

Darmin menuturkan, upaya pemerintah menjaga perekono­mian Indonesia dengan melaku­kan beberapa upaya, salah sa­tunya dengan menjaga kinerja ekspor dan impor Indonesia. Dengan kinerja ekspor dan im­por yang baik, maka daya beli masyarakat Indonesia juga akan mengalami perbaikan.

Darmin menyebutkan, pasca-anjloknya harga komoditas membuat kinerja ekspor Indo­nesia mengalami penurunan. Namun, sejak awal tahun 2017 kinerja ekspor dan impor telah mengalami perbaikan meskipun dampaknya tidak bisa langsung terasa.

Sebelumnya, Darmin juga membantah, penutupan se­mua gerai Sevel bukan karena dampak dari pelarangan pen­jualan minol. "Jangan dihubung­kan dengan minol, itu sangat ke­cil sekali," kata Darmin. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya