Berita

Tjahjo Kumolo/Net

Politik

Tidak Ada Barter Kenaikan Dana Parpol Dengan Polemik Presidential Threshold

JUMAT, 07 JULI 2017 | 07:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah memastikan tidak ada barter antara Peraturan Pemerintah (PP) tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelanggaraan Pemilu, yang saat ini sama-sama dibahas.

Dana parpol rencananya akan dinaikkan hingga hampir 10 kali lipat, dari Rp 108 persuara menjadi RP 1.000 persuara.

Sementara, pada pembahasan RUU Pemilu, pemerintah dan DPR belum menemukan kata sepakat, terutama soal presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden. Pemerintah masih ngotot di angka 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional.


"Tidak ada bargaining apapun," kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Kamis (7/7).

Jelas dia, rencana kenaikan dana parpol sudah lama dilempar ke publik dan dikonsultasikan dengan KPK serta BPK. Besarannya ditentukan oleh Kemenkeu sehingga dipastikan tidak bargaining tertentu dengan pembahasan RUU Pemilu.

"RUU Pemilu, yang kita bahas karena semangatnya musyawarah, semangat untuk mewujudkan sistem presidensial yang lebih efektif efisien, berkualitas. Bantuan partai politik adalah tanggung jawab pemerintah," ujar Tjahjo.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kenaikan dana parpol adalah hal yang wajar. Kenaikan itu bisa digunakan untuk kaderisasi anggota parpol.

"Nanti publik yang akan menilai dan BPK yang akan audit. Mudah-mudahan ini bisa dipertanggungjawabkan dengan baik," pungkas Tjahjo. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya