Berita

Net

Hukum

Wartawan Antara Laporkan Oknum Brimob Pengeroyoknya

KAMIS, 06 JULI 2017 | 20:50 WIB

Wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Ricky Prayoga resmi melaporkan kasus pengeroyokan yang diterima dari oknum anggota Brimob ketika meliput turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2017 ke Mapolda Metro Jaya (Kamis, 6/7).

Ricky datang dengan didampingi dua kuasa hukumnya yaitu Gading Yonggar Aditya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Satrio Wirataru dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Laporan diterima pihak Polda Metro dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/3147/VII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

Dalam surat itu, Ricky disebut mengalami luka lecet dan memar pada leher, dada, bahu dan lengan kiri akibat dikeroyok akibat dugaan pengeroyokan yang dilakukan pada 18 Juni 2017 lalu bertempat di JCC, Senayan.


"Kami berharap laporan ini diproses sebagaimana mestinya dan para pelalu diberikan sanksi yang layak," ujar Satrio, seperti dikutip Antara.

Dia melanjutkan, pihaknya ingin para pelaku diproses secara pidana dan kode etik. Oleh karena itulah mereka juga akan mendatangi Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri pada Jumat besok (7/7).

Sementara, pelapor Ricky menyebut alasan melaporkan kasus tersebut karena pihak kepolisian belum memberikan kabar apapun terkait sanksi yang pernah dijanjikan akan diberikan kepada oknum pelaku.

Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dan Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru Novianto pada Senin lalu (19/6) datang ke Wisma Antara, Jakarta menemui Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat untuk meminta maaf atas perlakuan anggotanya. Serta berjanji akan memberikan sanksi kepada anggotanya. Namun, hingga saat ini belum ada kabar atau informasi apapun terkait sanksi tersebut.

"Sampai sekarang belum ada informasi apapun tentang sanksinya. Harapan saya kasus seperti ini tidak terulang lagi," ucap Ricky.

Sejumlah anggota Brimob yang melakukan pengamanan turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2017 melakukan pengeroyokan terhadap Ricky saat sedang antre di mesin ATM. Aksi kekerasan tersebut sempat terekam video yang menjadi viral di media sosial.

Dari video tersebut, terlihat Ricky dibekap dan ditarik oleh beberapa anggota Brimob untuk dibawa ke suatu tempat. Namun, dia yang masih mengenakan kartu pengenal peliput kejuaraan bulu tangkis itu berusaha berontak.

Ricky mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika dirinya sedang mengantre di ATM. Di mana seorang anggota Brimob bernama Adam mendekati dan terus memandanginya.

"Saya mengira ada yang salah dengan saya, lalu saya tanya ke petugas itu apa ada yang salah dengan saya," tuturnya.

Ditanya seperti itu petugas malah marah-marah dan bilang "Apa kau, ada undang-undangnya jangan melihat," kata Adam seperti dikutip Ricky. Petugas itu juga mengucapkan kalimat makian.

"Setelah itu Adam dan tiga orang rekannya berusaha mengamankan saya seperti saya seorang maling, saya sempat dipiting dan akan dibanting. Karena kejadian itu dekat dengan media center, saya berusaha menuju ke sana meski masih dipegang," lanjut Ricky.

Situasi kekerasan ini pun terekam video, termasuk terdengar suara-suara keras dari oknum petugas Brimob itu.

Ricky mengatakan, setelah itu situasi mulai tenang, setelah ada seorang anggota Brimob senior yang datang dan berusaha memediasi. Dia mengaku oknum Brimob itu sempat mengacungkan senjata laras panjang. Salah satu anggota Brimob juga sempat menantang Ricky berkelahi dan mengeluarkan kata-kata intimidasi. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya