Berita

Dunia

Kim Il Sung, Orang Hebat yang Dikirim dari Surga

KAMIS, 06 JULI 2017 | 16:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pendiri Republik Rakyat Korea atau Korea Utara, Kim Il Sung, dikenang rakyat Korea Utara dengan berbagai julukan. Misalnya, Putra sang Matahari dan Presiden Abadi.

Menyambut peringatan hari wafat Kim Il  Sung pada tanggal 8 Juli, pemerintah Korea Utara merilis sebuah pernyataan. Di dalam pernyataan itu, Kim Il Sung disebutkan sebagai Orang Hebat yang Tiada Duanya atau dalam bahasa Inggris, Peerlessly Great Man.

Kim Il Sung lahir di Pyongyang pada 15 April 1912 dan meninggal di kota yang sama pada 8 Juli 1994. Kim menduduki kursi Perdana Menteri Korea Utara pada 1948 higga 1972, lalu menjabat sebagai presiden dari tahun 1972 hingga akhir hayat.


Kim juga mendirikan dan memimpin Partai Pekerja Korea dari tahun 1948 sampai meninggal dunia. Jabatan pertamanya di PPK adalah ketua, lalu menjadi sekretaris jenderal sejak 1966.

Gelar Presiden Abadi diberikan kepadanya pada tanggal 5 September 1998. Gelar itu tercantum di dalam konstitusi.

Kim Il Sung di dalam pernyataan itu disebut sebagai salah seorang negarawan besar yang ikut membentuk karakter abad ke-20. Dia seorang teoritisi yang dikirim dari surga.

Di paruh pertama abad ke-20, saat dia masih remaja, Kim menempuh jalan revolusi untuk membebaskan negerinya dari penjajahan Jepang. Perjuangan panjang berlangsung selama empat dekade dari 1905 hingga 1945.

Di dalam masa perjuangan itu juga Kim menuliskan gagasan Juche yang hingga kini masih diadopsi sebagai ideologi Korea Utara.

Ideologi ini memiliki begitu banyak pengikuti di berbagai belahan dunia. Di dalam ideologi ini tersimpan satu pemahaman kunci yang mengatakan bahwa manusia adalah tuan bagi revolusi dan pembangunan. Manusia lah yang mampu menggerakkan revolusi dan mendorong pembangunan.

Dengan kata lain, manusia adalah tuan bagi dirinya dan dapat mengukir takdirnya.

Orang Korea Utara percaya bahwa ideologi ini memberikan solusi untuk semua persoalan secara teoritis dan praktik dalam menghadapi semua jenis dominasi dan subordinasi. Ideologi ini mensitematisasi secara integral gagasan, teori dan metode untuk menjangkau dan memenuhi tujuan kemerdekaan manusia.

Dengan menjadikan Juche sebagai pondasi, Kim juga membangun gagasan Songun yang menyatakan bahwa revolusi dibangun, dikembangkan dan dicapai dengan kekuatan senjata.

Dengan kata lain, untuk merealisasikan tujuan kemerdekaan melawan penjajahan yang akut hal pertama yang harus dilakukan adalah mengorganisir kekuatan bersenjata. Inilah yang bisa menjadi motif dan faktor penentu kemenangan.

Kim Il Sung mampu membangun Korea Utara yang hancur hanya tiga tahun setelah Perang Korea berakhir. Kenyataan ini adalah jawaban untuk kutukan Amerika Serikat yang mengatakan Korea Utara tidak akan bangkit lagi selama 100 tahun.

Kenyataannya, Korea Utara bisa bangkit dan menjalankan revolusi mereka.

Dalam 14 tahun sejak kebangkitan itu, Korea Utara mencatatkan diri sebagai negara industri, dan menjadi negara industri yang sosialistik.

Kim Il Sung berperan besar menjadikan Korea Utara yang kini disebut dengan istilah negara sosialis yang menjadikan rakyat sebagai pusat. Dalam hal ini, rakyat adalah tuan untuk segalanya, dan segalanya melayani mereka. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya