Berita

Video ancaman ISIS/Net

Pertahanan

ISIS Menggonggong Biarkan Kafilah Berlalu

Muncul Video Nyatakan Perang
KAMIS, 06 JULI 2017 | 09:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kelompok radikal ISIS kembali mengunggah video yang menyatakan perang terhadap negara-negara di Asia Tenggara. Video ini tersebar di media sosial Facebook. Tapi sepertinya video seruan berperang itu bakal dianggap angin lalu. ISIS menggonggong, biarkan khafilah tetap berlalu.

Video berdurasi 2 menit 45 detik ini memuat seorang pria yang berpakaian serba hitam mengimbau para ikhwan di Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina untuk bersatu dalam khalifah Islamiyah Abu Bakar al-Baghdadi. "Sudah sampai waktunya untuk kalian bersatu memerangi kerajaan-kerajaan thoghut di negara-negara kalian," tegas pria berlogat Melayu ini.

Pria yang duduk di sebuah tempat menyerupai pantai itu kemudian meminta para simpatisan ISIS bergabung dengan kelompok Filipina di bawah pimpinan Abu Abdullah Filipin. Kemudian, melakukan serangan-serangan teror terhadap mereka yang dianggap sebagai musuh Allah. "Bunuhlah mereka-mereka di mana saja kalian ketemu mereka. Kalian punya kendaraan, langgarlah mereka. Kalian punya pisau kecil, tikamlah dada-dada mereka. Jangan kalian takut, kami mendoakan kalian," katanya.


Pria itu juga berjanji untuk melancarkan serangan setelah mereka kembali dari medan perang di kawasan Timur Tengah. "Sahabat-sahabat kami yang berada di sana Insya Allah akan memenggal kepala kalian," ucapnya. Pria ini kemudian menutup seruannya dengan meminta para simpatisan ISIS berangkat ke Filipina. "Sekiranya kalian tidak mampu karena usia tua, antarlah anak-anak kalian. Jangan biarkan musuh-musuh Allah itu lengah, gembira menginjak-injak kalian," tuturnya mengakhiri video itu.

Selain seruan, video singkat itu menampilkan beberapa cuplikan saat milisi ISIS bersembunyi di hutan dan menyeberangi laut menggunakan perahu motor.

Setahun lalu, ISIS mengeluarkan video seruan serupa yakni melakukan aksi teror di Indonesia dan Malaysia. Dalam video itu, seorang pria yang dikelilingi anak-anak kecil bersenjata senapan AK-47 menyatakan tak lagi menjadi warga negara Malaysia.

"Dengar ya, kami tak lagi warga negara kalian dan membebaskan diri dari Anda," kata pria itu kepada kamera sambil memegang paspor Malaysia. Tak lama setelah itu, dia melemparkan paspornya ke tengah lingkaran dan diikuti oleh anak-anak yang hadir.

Seorang anak maju ke depan dengan membawa korek api, lalu membaca Bismillah sebelum membakar kertas putih yang terlipat. Anak tersebut lalu menempatkan kertas tadi ke atas tumpukan dokumen sehingga menimbulkan kobaran api, yang disambut sorakan gembira anak-anak lain.

Tayangan selanjutnya mengambil lokasi di sebuah kelas, yang menunjukkan wajah anak-anak menggunakan peci tengah mengaji di bawah pengawasan seorang pria. Anak-anak tersebut juga belajar di luar ruangan, di mana seorang pria dengan penutup kepala merah memberikan pertanyaan kepada anak-anak tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut video itu sebagai "barang lama". "Itu kan sudah beredar lama, sudah beredar lama ya," ujarnya di Mabes Polri, kemarin. Meski begitu, Setyo menegaskan, korps baju coklat tetap mengidentifikasi dan menyelidiki video-video seruan perang ISIS yang selama ini beredar.

Setyo meminta masyarakat tetap tenang dan tak terprovokasi dengan ajakan dalam video itu. Dia juga meminta masyarakat proaktif dalam pencegahan pertumbuhan paham radikalisme.

Pengamat Teroris, Mardigu WP menyatakan seruan ISIS untuk berperang tak membuat masyarakat takut atau pun peduli. Seperti peribahasa, anjing menggonggong khafilah tetap berlalu. "Seruan itu mungkin efektif untuk para simpatisan ISIS. Tapi tidak bagi masyarakat. Entah tidak takut atau tidak peduli, itu beda tipis. Yang pasti, masyarakat tetap saja melaksanakan aktivitasnya seperti biasa," tandasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya