Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Pengetatan Anggaran Ala Sri Mulyani Tidak Dikalkulasi Dengan Baik

RABU, 05 JULI 2017 | 17:15 WIB | LAPORAN:

Menteri Keuangan Sri Haryani Indrawati dinilai tidak memiliki hitung-hitungan dalam mengeluarkan kebijakan pengetatan anggaran di sektor rill. Sebab, dampak dari kebijakan tersebut membuat daya beli masyarakat menurun.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menjelaskan, pemerintah seharusnya membuat kalkulasi dalam kebijakan pengetatan anggaran di sektor riil.

Enny menjelaskan, dalam kondisi normal, subsidi memang tidak efektif dalam efisiensi perekonomian, namun persoalannya sekarang daya beli masyarakat sedang berada dalam lampu kuning.


"Ini yang mestinya di kalkulasi dengan baik. Jadi berapa misalnya dampak ketika subsidi itu dicabut dengan potensi penurunan daya beli masyarakat. Nah ini yang menurut saya pemerintah kurang hati-hati, karena ternyata inflasi yang terjadi di bulan Juni kemarin itu benar-benar ketara sekali dampanya," ujar dia saat dihubungi, Rabu (5/7).

Enny menambahkan, kebijakan tersebut harus segera dikoreksi dikarenakan kontra produktif dengan program-program stimulus investasi.

"Karena investasi itukan sangat tergantung dengan permintaan. Karena pasar kita itu 80 persen masih domestik. Nah kalau daya beli ini turun, injeksi apapun untuk mendorong investasi ini akan majal," tandasnya. [sam]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya