Berita

Tito Karnavian/Net

Pertahanan

Kapolri Mulai Larang Ekspos Kasus Teror Ke Media

RABU, 05 JULI 2017 | 14:41 WIB | LAPORAN:

Mabes Polri akan membatasi publikasi yang berkaitan serangan teror. Apalagi, jika teror yang terjadi hanya karena ulah orang iseng semata.

"Saya sudah sampaikan kepada anggota saya, juga di bagian Humas. Kalau ada yang ketemu seperti itu (insiden bendera ISIS) enggak usah diekspose ke media. Bisa saja ada orang iseng buat itu," ujar Tito di kawasan bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7).

Tito mengatakan, aksi teror dilakukan bukan untuk membunuh orangnya. Begitu juga dengan dugaan teror dengan memasang surat ancaman beserta bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama.


"Yang dia (pelaku teror) inginkan adalah impact-nya, dampaknya. Makanya mereka memerlukan media," papar mantan Kadensus 88 Antiteror itu.

Untuk itu, Tito menyarankan agar aksi teror yang masih belum jelas pelakunya tidak perlu diekspos. Sekalipun pelaku terbukti seorang teroris, lanjutnya, pemberitaan di media hanya akan memfasilitasi misi para teroris.

"Kalaupun yang membuat itu teroris misalnya. Ya kita berarti ikut genderangnya dia. Dia maunya semua menjadi panik, senang dia. Jadi, kalau ada yang seperti itu, sebaiknya kita amankan, tidak perlu dibesarkan di media," urainya.

Meski demikian, Tito menjamin untuk mengungkap pelaku teror di Mapolsek Kebayoran Lama, Selasa (4/7) subuh kemarin.

"Sekali lagi, bisa itu teroris, bisa juga pihak ketiga yang ingin memperkeruh situasi. Bisa juga orang iseng. Berapa kali kita ketemu, ternyata yang membuat orang iseng. Seperti kasus di Tanjung Balai. Ribut-ribut, keluar, kemudian ternyata orang iseng," demikian Tito.[wid]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya