Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

KPGI: Kabar Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Hampir Tak Dapat Dibantah

SELASA, 04 JULI 2017 | 22:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direksi PT Garuda Indonesia boleh membantah. Tetapi kabar yang mengatakan bahwa maskapai nasional itu akan bangkrut, di ambang kebangkrutan, terus merugi, atau bahkan bangkrut, tak dapat dibantah lagi.  

Menurut Komite Penyelamatan Garuda Indonesia (KPGI), situasi buruk yang melilit Garuda dikarenakan kegagalan manajemen menerapkan prinsip yang bisa mendorong Garuda menjadi perusahaan yang sehat.

“Selain sering mengalami kerugian, Garuda Indonesia juga semakin dililit utang yang membengkak. Laba perusahaan, tidak mampu menutup atau setidaknya mengimbangi pembayaran utang… Dalam perjalanannya, tahun 2016, struktur manajemen makin tambun,” ujar Ketua KPGI Tuanku Herman JRM dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa malam (4/7).


Tuanku Herman mencontohkan, di tahun 2016, selama sembilan bulan, Garuda membukukan kerugian sebesar 43,6 juta dolar AS. Bahkan, pada 31 Desember 2016 pendapatannya berkurang jauh, hanya 8,1 juta dolar  AS dibanding tahun 76,5 juta dolar AS di tahun 2015.

Sementara di tahun 2017, pada tiga bulan pertama, Garuda mencatat kerugian sekitar Rp 1,31 triliun.

Di sisi lain, pada tahun 2015, utang Garuda Indonesia mencapai Rp 32,5 triliun, diikuti utang di tahun 2016 sebesar Rp 36,6 triliun atau naik 12,6 persen. Adapun di tahun 2017 yang sedang berjalan, utang Garuda tercatat Rp 39,6 triliun atau naik 8,1 persen).

“Umumnya, jika kinerja keuangan sebuah korporasi selalu merugi, pihak bank pemberi pinjaman harusnya tidak memberi pinjaman, atau setidaknya menunda pinjaman, maupun menurunkan jumlah pinjaman. Tetapi, mengapa sindikasi bank selalu memuluskan dan berani menambah jumlah pinjaman dari sebelumnya? Apakah tidak dilakukan pengawasan oleh Direksi Garuda atau Kementerian BUMN?” tanya Tuanku Herman.

KPGI juga menyoroti pembelian pesawat baru yang terlihat terlalu dipaksakan. Misalnya, di tahun 2012, Garuda menandatangani pembelian 18 pesawat jenis CRJ 1000 NextGen dengan Bombardier Aerospace asal Kanada. Sementara di tahun 2015 Garuda berencana membeli Airbus A350 sebanyak 30 unit.

KPGI menilai pembelian CRJ 1000 NextGen tidak tepat, karena pesawat tersebut berbahan bakar tinggi, sementara digunakan untuk penerbangan dengan rute pendek. Walhasil, tidak efisien dan akan kalah bersaing dengan airlines lainnya.

Sementara pembelian Airbus A350 dirasakan tidak tepat karena rencana penggunaannya tidak feasible dengan marketnya.

“Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, sudah pernah menyoroti rencana pembelian pesawat tersebut, karena menurutnya, Airbus A350 hanya cocok untuk rute Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa saja. Demikian juga Menteri Perhubungan pada waktu itu, Ignasius Jonan juga sempat berteriak, karena menilai rencana tersebut tidak tepat,” kata Tuanku Herman lagi.

Hal lain yang disorot KPGI adalah pembukaan jalur penerbangan yang terkesan dipaksakan.

Sejak 30 Mei 2014 Garuda Indonesia kembalimengudara ke Eropa, dengan kota tujuan Amsterdam. Lalu terhubung ke rute internasional London Gatwick, mulai 8 September 2014. Hal ini seiring bergabungnya maskapai ini dalam aliansi global SkyTeam terhitung 5 Maret 2014.

Rute ini, demikian Tuanku Herman, tidak pernah penguntungkan secara signifikan. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya