Ledakan terjadi di sebuah pabrik garmen di Bangladesh pada Senin malam (3/7). Ledakan tersebut menyebabkan 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka.
Insiden tersebut terjadi saat pekerjaan pemeliharaan di pabrik yang dimiliki oleh Multifabs Limited, sebuah perusahaan Bangladesh di pinggiran ibukota, Dhaka.
"Sembilan orang tewas dalam ledakan tersebut dan satu lainnya meninggal di rumah sakit," kata petugas pemadam kebakaran Palash Chandra Modak.
Perusahaan tersebut memasok pakaian rajutan ke klien di Swedia, Denmark, Jerman, Rusia, Spanyol, Belanda dan Inggris, termasuk ke Littlewoods, salah satu merek ritel tertua di Inggris, menurut situsnya.
Rangkaian fashion Lindex, yang merupakan bagian dari peritel Finlandia Stockmann, mengatakan bahwa perusahaan Bangladesh adalah salah satu pemasok terpentingnya.
Pihak Multifabs mengatakan bahwa sejumlah alat yang didapat dari Jerman, baru saja diservis. Ledakan itu terjadi saat pabrik tersebut disiapkan untuk melanjutkan operasinya setelah penutupan 10 hari untuk liburan Idul Fitri menandai akhir bulan suci Ramadhan.
"Ini kecelakaan, semuanya baik-baik saja," kata Mahiuddin Faruqui, ketua perusahaan seperti dimuat
Reuters.
Industri garmen Bangladesh merupakan yang terbesar di dunia setelah China. Sektor tersebut telah mempekerjakan 4 juta orang dan menghasilkan 80 persen dari pendapatan ekspor negara tersebut.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam atas insiden tersebut.
[mel]