Berita

Omar Khadr/Russia Today

Global

Kanada Akan Minta Maaf Pada Eks Tahanan Guantanamo Termuda Ini

SELASA, 04 JULI 2017 | 20:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kanada akan meminta maaf dan memberikan kompensasi sebesar 10,5 juta dolar Kanada kepada bekas tahanan Guantanamo termuda. Ia adalah Omar Khadr.

Omar Khadr masih berusia 15 tahun saat ia dikirimke Guantanamo karena dicurigai melempar granat ke seorang tentara Amerik Serikat di Afghanistan. Granat itu pun membunuh tentara tersebut.

Pada saat kejadian, ia ditembak dan ditangkap lalu dibawa ke markas Bagram di Afghanistan di mana ia diinterogasi selama lebih dari 40 hari sebelum dikirim ke Guantanamo pada bulan Oktober 2002 lalu.


Ia diinterogasi menggunakan sejumlah teknik brutal seperti kurang tidur, posisi stres serta ancaman pemerkosaan. Pada suatu kesempatan Khadr yang bersikukuh tidak bersalah ditahan dalam posisi badan dililit terikat. Interogator kemudian menggunakan tubuhnya yang terikat sebagai la pel untuk membersihkan lantai.

Ia kemudian dibawa ke pusat penahanan Guantanamo di Kuba. Ia merupakan satu-satunya remaja 15 tahun yang diadili dalam sebuah komisi militer untuk kejahatan perang.

Khadr diberi akses ke penasihat hukum lebih dari dua tahun setelah ditangkap.

Setelah delapan tahun di Guantanamo, ia mengaku bersalah dan didakwa melakukan kejahatan perang oleh sebuah komisi militer. Dia dijatuhi hukuman delapan tahun plus saat dia sudah bertugas. Namun pengacaranya mengatakan bahwa pengakuannya itu muncuk karena paksaan.

Pada tahun 2010, pengadilan tertinggi Kanada menemukan Komite Pemeriksaan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) menundukkan Khadr untuk situasi yang menindasdi Guantanamo pada tahun 2003. Khadr kemudian mengatakan bahwa dia mengaku bersalah karena dia merasa inilah satu-satunya cara untuk meninggalkan Guantanamo.

CSIS dikritik karena gagal memiliki panduan khusus untuk menangani anak-anak. Mereka mengklaim bahwa mereka tidak tahu bahwa Khadr telah disiksa oleh interogator sebelum ditanyai.

Pada tahun 2012, dia dikirim kembali ke Kanada di mana dia menjalani sisa hukumannya. Dia mengajukan banding atas permohonan bersalahnya, yang menurutnya dibuat di bawah tekanan, dan dibebaskan pada bulan Mei 2015.

Pemerintah Kanada dan pengacara Khadr membuat kesepakatan keuangan bulan lalu, menurut beberapa laporan. Pengumuman resmi diharapkan muncul pekan ini. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya