Berita

Tito Karnavian/Net

Pertahanan

Kapolri: Kita Perkuat Deteksi Cyber Untuk Antisipasi Lone Wolf

SELASA, 04 JULI 2017 | 18:47 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan modus penyerangan anggotanya di Masjid Falatehan menggunakan modus Lone Wolf.

"Lone wolf ini mengambil istilah dari serigala. Serigala itu kalau mau menyerang mangsanya, dia lihat, rombongan dikepung. Tapi ada juga yang Lone wolf itu, serigala itu sendirian menyerang mangsanya," terang mantan Kadensus 88 Antiteror itu di kantornya, Selasa (4/7).

Modus Lone Wolf, lanjut Tito, dikenal juga dengan istilah Leaderless Jihad alias jihad tanpa pemimpin. Seperti yang dilakukan Mulyadi, terduga pelaku teror di Masjid Fatehan, 30 Juni lalu.


Tito memaparkan, biasanya serangan yang dilakukan pelaku Lone Wolf tidak terlalu besar. Mengingat, pergerakan dilakukan secara perorangan.

Apalagi kondisi finansial mereka juga tergolong minimalis. Sehingga, alat pendukung pun seadanya.

"Kurang biaya, kemudian pengetahuannya atau kapabilitas juga kurang. Maka dari itu, pelaku menggunakan pisau. Kemudian ada beberapa tempat seperti di Inggris (dengan cara) menabrakkan kendaraan," papar alumni terbaik Akpol 1987 itu.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan Polri, dengan memutus akses pelaku ke dunia siber (cyber). Pasalnya, mereka kerap belajar secara otodidak terkait teknis pembuatan alat peledak dan informasi lainnya.

"Menghadapi situasi seperti ini maka yang harus diperkuat adalah deteksi di internet, dunia cyber," pungkasnya.

Sebelumnya, Tito mengatakan ada dua fenomena modus terorisme di dunia. Menggunakan jaringan , atau dengan cara Jihad tanpa pemimpin.

Namun, dirinya mengaku lebih khawatir dengan modus Leaderless Jihad alias Lone Wolf karena tidak terorganisir. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya