Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Utang Meningkat Rakyat Melarat, Tiga Menteri Ini Layak Dicopot

SELASA, 04 JULI 2017 | 13:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Keuangan Sri Mulyani terkesan terlalu menyepelekan utang negara yang terus meningkat. Utang negara per Mei 2017 sudah tembus Rp 3.672,33 triliun.

Per Mei 2017, pemerintah mencatat nilai utang sebesar Rp 3.672,33 triliun. Angka ini naik Rp 4,92 triliun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar Rp 3.667,41 triliun. Utang ini juga naik Rp 201 triliun dibandingkan posisi Desember 2016.

Akibat utang yang terus melambung tinggi itu membuat satu penduduk Indonesia menanggung utang negara sebesar Rp 13 juta.


"Ini jelas membebani dan membuat rakyat semakin melarat," ujar analisis ekonomi dan politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Selasa (4/7).

Jelas Andy, konsekuensi hutang yang tinggi tersebut membuat pemerintah menggenjot pendapatan dari dalam negeri yaitu peningkatan pajak dan fiskal.

"Selain itu diprediksi pemerintah akan menurunkan subsidi terutama gas dan listrik yang sudah barang tentu akan membebani rakyat," imbuhnya.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah meningkatkan subsidi di sektor real seperti pertanian, perkebunan dan industri kreatif untuk menggenjot perekonomian nasional.

Untuk itu menurut Andy, Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas Bambang Brodjonegoro, telah gagal dalam menjalankan bidang ekonomi.

"Mereka telah gagal dan layak diganti," pungkasnya, sambil menambahkan menteri yang yang menjadi beban pemerintah dikarenakan isu korupsi juga layak untuk diganti. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya