Berita

Rico Diansari/Net

Hukum

KPK Periksa Dua Tersangka Suap Gubernur Bengkulu

SELASA, 04 JULI 2017 | 11:15 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa dua tersangka kasus suap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dalam pembangunan dua proyek jalan di Bengkulu. Keduanya adalah, Direktur Utama PT Rico Putra Selatan (RPS), Rico Diansari dan Direktur Utama PT Mitra Statika Mitra Sarana (SMS), Jhoni Wijaya.

Rico Diansari alias Rico Chan juga diketahui sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Bengkulu.

"Tersangka RDS dan JHW akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RM (Ridwan Mukti)," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (4/7).


Ridwan Mukti yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu diduga menerima suap dari Jhoni Wijaya lewat Rico Diansari.

Menurut Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dugaan pemberian suap tersebut sebagai fee proyek terkait pelaksanaan dua proyek yang dikerjakan PT SMS di Bengkulu. Diduga Jhoni melakukan komitmen dengan Ridwan sebesar 10 persen per proyek.

"(Fee proyek) yang harus diberikan ke Gubernur Bengkulu melalui istrinya. Dari dua proyek yang dimenangkan PT SMS dijanjikan uang Rp 4,7 miliar, setelah potong pajak, dari dua proyek di Kabupaten Rejang Lebong," jelas Alex.

Dua proyek itu diantaranya, proyek pembangunan TES-Muara Aman Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai proyek Rp 37 miliar, dan proyek pembangunan jalan Curuk Air Dingin di Kabupaten Rejang Lebong senilai proyek Rp 16 miliar.

Sementara peran Rico dalam kasus tersebut diduga sebagai perantara suap. Dia diduga dekat dengan istri Ridwan Mukti, Lili Martiani.

Ketika melakukan operasi tangkap tangan di Bengkulu, tim Satgas KPK menyita uang sejulah Rp 1 miliar dengan pecahan uang Rp 100 ribu yang disimpan dalam kardus mie instan dari tangan Lili. KPK menyimpulkan uang tersebut merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan Jhoni kepada Ridwan lewat perantara Rico dan Lili.

Saat menangkap Jhoni di salah satu hotel di Bengkulu, KPK juga menyita uang dalam tas senilai Rp 260 juta yang diduga masih ada kaitannya dengan suap tersebut. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya