Berita

Kapolri/net

Hukum

Usut Kasus "Putra Daerah" Polda Jabar, Tito Kirimkan Tim Khusus

SENIN, 03 JULI 2017 | 18:02 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan akan mengevaluasi dugaan kebijakan kontroversial Kapolda Jawa Barat (Jabar), Inspektur Jenderal Anton Charliyan.

Khususnya, terkait kebijakan kuota khusus 51 persen kepada putra daerah untuk mendaftar taruna Akpol.

Tak tanggung-tanggung selain menurunkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam), Mabes Polri juga akan melibatkan Asisten SDM untuk langsung ke Polda Jabar.


"Ya, itu sudah kita koreksi, kita turunkan tim dari SDM dan Propam," kata Tito dikantornya, Senin (3/6).

Menurut Tito, dirinya juga sudah mengetahui keluhan dari masyarakat yang menyesalkan kebijakan Anton. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan, bahwa Peraturan Kapolri (Perkap) terkait putra daerah hanya diprioritaskan di daerah Papua.

"Perkap dengan tegas, yang ada istilah putra daerah prioritas itu hanya untuk di Papua," tegas jenderal kelahiran Palembang itu.

Menurut Tito, ada alasan khusus, kenapa kebijakan putra daerah untuk Akpol diberlakukan hanya di wilayah Papua.

Secata geografis, lokasi pendidikan di wilayah pegunungan Papua baru terintegrasi tahun 1999. Sehingga perkembangan pendidikan relatif lebih lambat dibanding di sejumlah provinsi lainnya.

"Apalagi Jabar yang  bibit-bibitnya unggul. Tidak ada istilah putra daerah, semua sama. Jakarta semua sama, rangking yang menentukan. sudah kita koreksi seperti itu," jamin lulusan terbaik Akpol 1987 itu.

Seperti diketahui, sejumlah keluarga calon taruna Akpol mengeluhkan kebijakan Kapolda Jabar yang dianggap tidak sportif. Pasalnya, secara mendadak, Anton mengeluarkan kebijakan terkait taruna Akpol yang mewakili Jabar harus berasal dari putra daerah. Sehingga secara otomatis, calon taruna yang bukan putra daerah gugur.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya