Berita

Fadli Zon/net

Pertahanan

Fadli Zon Ragukan Kemampuan TNI Tumpas Teroris Di Marawi

SENIN, 03 JULI 2017 | 18:00 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Philipina kabarnya mengundang Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu mengatasi konflik bersenjata di Marawi, Filipina selatan.

Dimintai pendapatnya soal itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme di negeri tetangga itu merupakan perkara yang kelihatannya gampang. Namun katanya hal itu tak mudah dilakukan.

"Pelibatan TNI itu kan perkara yang kelihatannya gampang tapi tidak semudah itu untuk dilakukan," katanya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7).


Hal itu menurutnya karena pihak TNI sama sekali tak tahu bagaimanakah medan pertempuran disana. Fadli mengakui jika di masa lalu TNI memang pernah menjadi penengah antara konflik yang ada di sana, yakni di daerah Mindanau, Zamboanga, kota Bato dan lain-lain.

"Tapi kalau yang sekarang kan pelibatan secara fisik dan untuk kasus yang spesifik seperti ini bukan di bawah PBB yang punya SOP yang jelas ini perlu dipikirkan apakah kita siap dan mampu? Karena kita sendiri punya sejumlah masalah," urainya.

Fadli pun mengaku khawatir jika TNI membantu Philipina dalam menumpas teroris, maka Indonesia akan semakin rentan dengan serangan yang dilakukan oleh pelaku teror.

"Saya kira kalau misalnya pihak Philipina mau minta bantuan harusnya jangan hanya ke Indonesia tapi join. Misalnya ASEAN kah. Jadi beberapa kontingen dari negara ASEAN karena punya kesamaan untuk membersihkan di wilayah Asia tenggara untuk terorisme, sama-sama membentuk kerjasama. Saya kira itu akan lebih bagus," demikian Fadli.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya