Berita

Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Politik

Obama: Toleransi Nilai Utama Bangsa Indonesia

SABTU, 01 JULI 2017 | 13:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nilai toleransi yang berkembang di tengah masyarakat majemuk adalah modal utama bangsa Indonesia. Toleransi di Indonesia sudah ada dan dipraktekkan oleh leluhur sejak ratusan tahun lalu.

Begitu dikatakan mantan presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama saat berbicara di Konferensi Diaspora Indonesia ke-4 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu pagi (1/7).

Obama menambahkan, dengan modal utama itu bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar kelak kemudian hari. Obama juga mencoba menyebutkan Bhinneka Tunggal Ika dengan lidahnya yang agak kaku.


Peserta konferensi yang memadati ball room bertepuk tangan riuh.

Bukti bahwa toleransi sudah dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, sebut Obama lagi, ada di depan mata. Sebelum ke Jakarta, Obama singgah di Jogjakarta dan mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

“Borobudur adalah candi umat Budha, ada di tengah-tengah bangsa Indonesia yang mayoritas Islam. Begitu juga dengan Prambanan yang merupakan candi umat Hindu, juga terpelihara baik di tengah-tengah umat Muslim Indonesia,” ujarnya.

Begitu juga dengan kisah-kisah dunia pewayangan, seperti kisah Ramayana.

Obama mendorong agar bangsa Indonesia tetap mempertahankan tradisi ini dan menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi demokrasi dunia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya