Berita

Jim Mattis/net

Dunia

Pentagon Tunda Perekrutan Transgender Selama Enam Bulan

SABTU, 01 JULI 2017 | 11:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pentagon menunda rencana yang mengizinkan transgender untuk bergabung dengan militer Amerika Serikat.

Sedianya, perekrutan itu dimulai pada hari Sabtu ini. Tapi, Menteri Pertahanan, Jim Mattis, menundanya selama enam bulan ke depan.

Demikian disampaikan jurubicara Pentagon, Dana W. White, pada hari Jumat (30/6), dikutip The New York Times.


"Menunda akses pelamar transgender ke militer sampai 1 Januari 2018," kata White dalam pernyataannya.

Keputusan itu akan mengizinkan para pimpinan militer untuk meninjau kembali rencana tersebut dan memberikan masukan soal dampak perekrutan transgender terhadap kesiapan dan kekuatan militer AS.

Pekan lalu, para pemimpin Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Korps Marinir AS, mengajukan permintaan untuk menunda tenggat waktu 1 Juli. Mereka mengusulkan penundaan selama 18 bulan.

Banyak Republikan di Kongres AS juga menentang mengizinkan orang transgender untuk bergabung dalam militer. Sebuah amandemen yang mencegah orang transgender

Asosiasi Mitra Militer Amerika, yang menganjurkan hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transgender di militer, menyatakan kekecewaan atas keputusan Mattis.

Penundaan tersebut diumumkan satu tahun setelah Pentagon mencabut larangannya terhadap orang-orang transgender untuk bertugas di angkatan bersenjata.

Keputusan tersebut sekaligus "menghentikan" transformasi bertahap militer AS yang dimulai oleh Presiden Barack Obama dan mantan sekretaris pertahanan, Ashton B. Carter.

Sebelum mencabut larangan Pentagon terhadap orang-orang transgender, Carter membuka semua peran tempur untuk wanita dan menunjuk sekretaris militer yang merupakan seorang gay.

Namun, penundaan tersebut dipastikan tidak mempengaruhi kaum transgender yang sudah melayani secara terbuka di militer.

Perkiraan jumlah pasukan transgender di militer AS bervariasi. Jumlah yang paling sering dikutip berasal dari studi oleh RAND Corporation, yang mengatakan sekitar 2.450 dari sekitar 1,3 juta anggota militer adalah transgender. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya