Berita

Foto: RM

Hukum

Penegakan Hukum di Indonesia Mengesampingkan Keadilan

SELASA, 27 JUNI 2017 | 16:29 WIB | LAPORAN:

Penegakan hukum di Indonesia mulai mengesampingkan keadilan. Bahkan, pengadilan sekarang lebih menonjolkan sensasi yang tidak masuk akal dalam substansi hukum.

Begitu dikatakan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (27/6).

Dia memberikan contoh, kasus mencuatnya sejumlah nama dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang belum terbukti secara hukum. Juga mengenai dugaan dana korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Kementerian Kesehatan kepada Amien Rais dan Sutrisno Bachir yang dikesampingkan oleh majelis hakim.


Menurut Ridwan, sekarang ini panggung persaingan politik mulai dipindahkan ke pengadilan yang membuat azas praduga tak bersalah tidak lagi dipakai.

"Kasus hukum yang digelar di media kebanyakan nggak substansi, mengarah pada sensasi saja. Urusan benar atau tidak belakangan, dihabisikan dulu itu orang," jelasnya.

Lebih lanjut, Ridwan menilai bahwa sistem peradilan sekarang sangat jauh berbeda dengan terdahulu. Dirinya mengingat pada tahun 1956, Jaksa Agung Soeprapto tidak pernah mengumbar nama-nama pihak yang terlibat dan pihak-pihak yang ikut diperiksa hingga vonis pengadilan. Bahkan Jaksa Agung Soeprapto juga tidak menginginkan pengadilan diinterfensi oleh rezim.

"Kalau sekarang sudah dibeberkan semua. Jadi ini satu persoalan yang harus dibereskan. Jangan sampai persaingan politik pindah kesini, jadi pengadilan menjadi persaingan politik," ujar Ridwan. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya