Berita

Tentara Filipina memburu ISIS/net

Pertahanan

Ketua MPR: TNI Kita Jago, Suatu Kehormatan Bila Diminta Tumpas ISIS

SENIN, 26 JUNI 2017 | 06:44 WIB | LAPORAN:

Upaya pelibatan TNI dalam memberantas jaringan teroris di Filipina disambut baik oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Menurutnya, langkah kerjasama militer Filipina dengan TNI dalam menumpas teroris di wilayah Merawi merupakan kebanggaan bagi pemerintah Indonesia.

"Saya setuju, kalau (TNI) diminta tentu suatu kehormatan kalau diminta," ujar Zulkifli saat ditemui di rumah dinas Ketua MPR RI di Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (25/6).


Lebih lanjut, Zulkifli meyakini TNI memiliki kemampuan serta kapabilitas jika ikut bekerjasama dalam penumpasan sel-sel teroris di Merawi. Dirinya akan mendukung terwujudnya kerjasama tersebut melalui regulasi.

"TNI kita jago, kalau diminta enggak masalah (soal payung hukum)," ujar Zulkifli.

Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengungkapkan, militer Indonesia siap membantu Filipina dalam menggempur basis kelompok pro-ISIS di Marawi.

Militer Indonesia akan bersekutu dengan militer sejumlah negara yakni Australia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina. Pemerintah Filipina sendiri mengajak Indonesia dan Malaysia untuk memerangi terorisme. Filipina merespon positif kesediaan Indonesia berperan dalam menyelesaikan konflik di Marawi, Mindanao.

Meski demikian keterlibatan TNI dalam mengempur kelompok ISIS di Marawi tidak selalu berdampak positif bagi Indonesia.

Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai, dalam konteks domestik, keterlibatan militer Indonesia bisa saja memberi dampak psikologis terhadap kelompok-kelompok pendukung ISIS di Indonesia.

Bahkan kemungkianan kelompok pendukung ISIS di Indonesia bakal memperluas target sasarannya kepada TNI seperti halnya kepolisian yang selama ini menjadi target serangan teror. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya